Buaksib.com – Mental dari seorang Zlatan Ibrahimovic sepertinya perlu dicontoh oleh banyak orang ditengah pandemi virus Corona seperti saat ini. Meski dirinya dinyatakan positif tertular, akan tetapi dirinya tidak merasa terpuruk sama sekali.

Zlatan Ibrahimovic: Ide Buruk Bagi Covid Jika Menantang Saya
Zlatan Ibrahimovic, penyerang AC Milan.

 

Klub yang disinggahi saat ini, AC Milan, sudah mengonfirmasi jika Ibrahimovic positif tertular virus Corona pada, Kamis (24/9/2020) kemarin. Maka dari itu, dia harus menjalani karantina mandiri kurang lebih selama 14 hari.

Kabar ini datang menjelang Rossoneri berhadapi dengan Bodo/Glimt di ajang Liga Europa. Pertandingan tersebut akan dihelat pada, Jumat (25/9/2020) dini hari nanti. Jadi, bisa dipastikan jika Zlatan Ibrahimovic harus absen di pertandingan tersebut.

Hal ini akan menjadi cobaan berat bagi AC Milan yang saat ini cukup bergantung kepadanya dalam hal mencetak gol. Eks penyerang LA Galaxy tersebut mencatatkan tiga dari empat gol di Milan dalam dua pertandingan terakhir.

Serang Zlatan Ibrahimovic adalah Ide Buruk

Kabar baik buat Milan adalah, tidak ada pemain dan staf lain yang dipastikan positif virus Corona. Sehingga, tim anak asuh Stefano Pioli tersebut masih bisa memainkan penting lain untuk mengisi kekosongan karena Ibrahimovic absen.

Zlatan Ibrahimovic sendiri sama sekali tidak merasa terpukul dengan hasil tes yang terakhir tersebut. Justru sebaliknya, dia sangat yakin jika Covid-19 sudah salah menulari dirinya.

“Saya dites negatif Covid kemarin dan positif hari ini. Tidak ada gejala atau apapun itu. Covid punya keberanian untuk menantang saya. Ide yang buruk,” cuit Ibrahimovic di media sosial Twitter pribadi miliknya.

Zlatan Ibrahimovic memang punya keyakinan yang sangat tinggi tentang daya tahan tubuhnya. Dan itu terlihat jelas di setiap kata-katanya setelah Milan menaklukan Bologna di Serie A pekan lalu.

Dirinya juga mengklaim jika dia mirip dengan Benjamin Button. Meski usianya kini sudah hampir berkepala empat, namun dirinya masih bisa bersaing di kompetisi papan atas manapun di dunia.

“Kami menang, saya bisa mencetak gol lebih banyak. Jika saya masih berusia 20 tahun, saya bisa mencetak dua gol lagi. Saya seperti Benjamin Button. Saya terlahir tua dan mati muda,” tuturnya setelah mencetak dua gol ke gawang Bologna.