Buaksib.com – Asisten pelatih Persebaya Surabaya, Wolfgang Pikal langsung memberi penilaian tentang kekuatan timnya.  Padahal dia baru saja menjalani latihan perdananya bersama Green Force.

Wolfgang Pikal memimpin latihan perdana Persebaya untuk pertama kalinya
Wolfgang Pikal pimpin latihan Persebaya

 

Asisten pelatih yang berasal dari Austria tersebut mengambil alih tugas Alfred Riedl yang belum bisa bergabung. Untuk pertama kalinya, Pikal memimpin latihan Persebaya di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Rabu (4/9/2019).

Ada beberapa pemain Persebaya yang memiliki kecepatan diatas rata-rata, menurut mantan asisten pelatih Timnas Indonesia tersebut. Namun, dia juga tidak mengelak para pemainnya juga memiliki kekurangan.

“Masing-masing pemain punya kelebihan dan kekurangan, tetapi bisa dilihat beberapa pemain mempunyai kecepatan yang bagus,” jelas Wolfgang Pikal pada media.

Namun, secara keseluruhan Pikal masih belum bisa melihan kekuatan Persebaya. Hal ini karena beberapa pemain dipanggil Timnas Indonesia. Mulai dari timnas senior hingga kelompok usia.

“Hari ini kitabelum lengkap, ada sedikit gangguan gara-gara timnas, ada empat pemain yang tidak gabung karena timnas,”, jelas Pikal.

Wolfgang Pikal berduet dengan Bejo Sugiantoro

Pikal dikabarkan akan berduet dengan Bejo Sugiantoro hingga Alfred Riedl kembali bergabung dengan Persebaya. Bahkan, pada saat latihan perdana, Pikal langsung didampingi mantan pemain Timnas Indonesia  yang berasal dari Sidoarjo itu.

Wolfgang Pikal juga langsung bisa nyambung dengan Bejo karena sebelumnya dia kerap kali mengobrol. Asisten pelatih asal Austria tersebut bekerja sama dengan Bejo untuk mendongkrak performa Persebaya.

“Dari dulu kami sudah sering berbagi, kami akan siapkan program mulai dari sekarang hingga beberapa minggu kedepan sampi coach Riedl datang,” lanjut asisten pelatih berusia 51 tahun tersebut.

“Kami berdua bekerjasama agar menghasilkan yang terbaik untuk Persebaya,” tegas Pikal. Selanjutnya, Pikal juga mengungkapkan, dirinya akan berusaha mengembalikan karakter Persebaya. Hal ini juga merupakan targetnya ketika bersama dengan pelatih Alfred Reidl.

Karakter yang dimaksud olehnya adalah Persebaya yang bisa tampil agresif, tidak pernah takut, atau lebih akrab disebut dengan jargon ‘Wani’. 

“Karakter ini harus kita munculkan kembali, Alfred juga mengatakan hal yang sama, itu adalah hal yang paling penting,” pungkasnya ketika ditanya awak media.