Buaksib.comShin Tae-yong langsung mengusulkan program naturalisasi di Timnas Indonesia tak lama setelah menjadi pelatih Timnas. Hal itu diungkapkan oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani.

PSSI Beri Kontrak Shin Tae-yong Selama Empat Tahun
Shin Tae-yong (kanan), dan Muhammad Iriawan (kiri) saat jumpa pers di Stadion Pakansari, Bogor.

 

Menurut Hasani, pelatih berumur 51 tahun tersebut langsung melakukan pendalaman terkait materi pemain Tim Garuda. Pelatih asal Korea Selatan tersebut merasa materi Tim Merah Putih kurang bisa bersaing.

Salah satu caranya untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia adalah melakukan naturalisasi pemain keturunan yang punya skil dan kualitas diatas rata-rata.

“Kami juga target ke pelatih, dan Shin meminta untuk bisa melakukan naturalisasi,” ucap Hasani di channel YouTube Registaco.

“Jadi, naturalisasi itu permintaan dari Shin Tae-yong langsung. Begtu dia dikontrak, lalu dia melihat materi pemain Timnas Indonesia, Shin langsung minta naturalisasi,” lanjutnya.

Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Permintaan program naturalisasi itu ternyata mendapat respon bagus dari semua anggota Komite Eksekutif PSSI. Perlu diketahui, Shin Tae-yong mulai menjadi pelatih Indonesia sejak 1 Januari 2020 lalu.

“Diputuskan bisa, lalu kita minta naturalisasi yang tidak melanggar aturan FIFA. Keluarlah nama-nama pemain keturunan yang kita tahu sekarang,” beber Hasani.

Ada tiga pemain yang saat ini sedang berusaha untuk dinaturalisasi. Ketiga pemain tersebut adalah Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.

Setelah ada permintaan dari Shin Tae-yong, Hasani langsung menghubungi partnernya di Eropa. Dia mencari informasi terkait pemain keturunan dan berusaha untuk menemuinya.

“Saya langsung kontak teman di Eropa, lalu muncul nama-nama lain,” pungkasnya.

Hasani lalu menjelaskan betapa pentingnya program naturalisasi Timnas Indonesia. Apalagi, program ini bertujuan untuk membuat Tim Merah Putih berprestasi di ajang internasional.

Has ani sendiri sempat tinggal lama di Amerika Serikat dan memberi contoh apa yang terjadi di Negeri Paman Sam. Yang paling utama di negara tersebut adalah industry olahraga Hoki Es.

Sebelum meraih medali emas di Olimpiade Musim Dingin 1960, Hoki Es sebenarnya tak terlalu popular disana. Akan tetapi, usai Tim Hoki Es mereka meraih medali emas, semuanya berubah.

Has ani menyebut jika hal itu bisa terjadi di Indonesia saat Timnas Indonesia meraih prestasi maka industry sepak bola akan semakin maju.