Buaksib.com – Kontroversi sempat terjadi di pentas Ligue 1, tepatnya pada laga antara Paris Saint-Germain melawan Marseille. Topik ini sempat menjadi bahan diskusi banyak orang penikmat sepakbola di dunia. Sayangnya, hasil investigasi dari kasus rasisme yang dikabarkan menimpa Neymar ini berakhir antiklimaks.

Neymar vs Marseille
Perseteruan Neymar dengan Alvaro Gonzalez

 

Pada laga tersebut, wasit mengeluarkan lima kartu merah sekaligus jelang laga berakhir untuk menghukum pemain dari masing-masing tim. Kartu merah diterima oleh tiga pemain PSG, yakni Neymar, Layvin Kurzawa, dan Leandro Paredes, sedangkan dua kartu merah diterima pemain Marseille, Jordan Amavi dan Dario Benedetto.

Kericuhan ini diawali oleh insiden antara Paredes dan Benedetto yang saling bersitegang. Perseteruan tersebut membuat rekan dari masing-masing pemain ikut tersulut emosinya. Alhasil, kericuhan pun tak dapat terhindarkan.

Neymar kedapatan menampar kepala pemain Marseille, Alvaro Gonzalez. Namun, bintang Timnas Brasil tersebut berdalih bahwa dirinya mendapatkan perlakuan rasis dari Alvaro sehingga melakukan hal itu.

Kasus Rasisme Neymar Antiklimaks

Alvaro Gonzalez menampik tudingan tersebut. Ia bahkan menyindir Neymar dengan mengatakan dia harus belajar menerima kekalahan.

Pihak otoritas Ligue 1 telah menentukan hukuman untuk para pemain yang menerima kartu merah pada laga itu. Neymar dilarang tampil selama dua laga sedangkan Kurzawa mendapat hukuman paling berat yakni larangan bermain enam laga.

Federasi sepakbola Prancis kemudian melakukan investigasi untuk menindaklanjuti tudingan perlakuan rasis kepada Neymar. Setelah mempelajari kejadian tersebut, mereka memutuskan bahwa Neymar dan Alvaro tidak diganjar hukuman.

“Setelah meninjau kasusnya, mendengar pemain dan wakil dari klub, komisi mencatat bahwa mereka tak memiliki cukup bukti meyakinkan untuk menetapkan materialitas fakta pernyataan yang bersifat diskriminatif oleh Alvaro Gonzalez kepada Neymar di pertemuan tersebut, atau melawan Neymar,” begitu pernyataan federasi.

Klub Alvaro Gonzalez, Marseille menyambut baik keputusan tersebut. Mereka memang meyakini sejak awal bahwa pemainnya tidak mengucapkan pernyataan bernada rasis kepada pemain berusia 28 tahun tersebut.

“Olympique de Marseille puas dengan keputusan komite disiplin, “ bunyi pernyataan resmi Marseille melalui situs resmi mereka.

“Alvaro Gonzalez bukan orang yang rasis, tudingan apapun terhadap dia dalam subjek ini tidak adil dan tidak terbukti. Olympique de Marseille adalah dan akan tetap menjadi klub yang anti-rasis,” tutup pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Neymar sejauh ini masih belum mengeluarkan pernyataan setelah keputusan tersebut diambil. Hukuman larangan bertandingnya pun kini telah berakhir dan sang bintang bisa kembali bermain pada laga kontra Reims di ajang Ligue 1 akhir pekan kemarin.