Buaksib.comArema FC buka suara terkait besaran subsidi di bulan Maret yang pada saat itu sempat menjadi masalah antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI. Klub yang berjuluk Singo Edan tersebut mengatakan jika mereka sependapat dengan PSSI terkait jumlah subsidi.

Untuk Subsidi Bulan Maret, Arema Setuju dengan PSSI
Ruddy Widodo, General Manager Arema FC.

 

“Kami sepakat dengan PSSI, terutama dengan surat yang dilayangkan Sekjen PSSI untuk menanggapi surat dari PT LIB,” ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, Rabu (6/5/2020).

“Sebagai klub, kami merasa surat PSSI ini mampu mewakili perasaan kami,” lanjutnya.

Menurut sang manajer, klub sebenarnya tak terlalu menjadikan hal ini masalah karena memang dana yang saat ini dimiliki PT LIB tak cukup untuk membayar subsidi dengan penuh. Akan tetapi, saat ini, PT LIB sudah punya dana yang mampu untuk membayar subsidi seperti kesepakatan awal.

Ada salah satu sponsor utama Liga 1 musim ini yang mencairkan dana mereka. Jumlahnya yaitu sekitar beberapa miliar, berdasar informasi yang didapat.

“Kami bukannya mau sok pahlawan. Namun, harus diakui secara jujur, yang dijual kan kami-kami, 18 klub peserta Liga 1, ini. Jadi, tolonglah, kami diprioritaskan,” jelasnya.

Terakhir, PT LIB punya rencana akan membayar subsidi klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 untuk bulan Maret. Akan tetapi, klub peserta Liga 1 hanya akan mendapat 350 juta rupiah. Padahal, nominal yang tertera pada kesepakatan awal adalah sebesar 520 juta rupiah.

Rencana PT. LIB tersebut kemudian langsung dipatahkan oleh PSSI. Lewat surat dari Sekjen PSSI, Yunus Nusi, induk sepak bola Indonesia tersebut memnita kepada PT LIB untuk membayar subsidi sesuai dengan kesepakatan.

Tak Pengaruhi Gaji Tim di Arema FC

Kemudian, meski hingga kini masalah tentang nominal subsidi masih belum selesai, Ruddy memastikan jika gaji tim dan seluruh ofisial Arema FC tak akan terpengaruh. Dia mengatakan jika manajemen tim sudah memenuhi kewajiban mereka itu.

“Sudah tak ada masalah lagi,” ucap Ruddy.

“Kami sudah melunasinya,” dia melanjutkan.

Ruddy Widodo sendiri mengatakan jika pelunasan gaji tersebut dan biaya operasional selama kompetisi harus berhenti karena semua mengandalkan dana dari pemilik. Dia mengatakan, untuk gaji tim saja, pemilik Arema harus menggelontorkan dana sebesar 575 juta rupiah tiap bulannya.

“Jadi, selama masa darurat bencana ini, pemilik harus mengeluarkan dana sebesar Rp 2,3 miliar untuk gaji tim dan ofisial. Ini masih belum termasuk biaya operasional lain,” tutup Ruddy.