Buaksib.com – Semua pemain Persebaya Surabaya pasti ikut merasa sedih dengan tragedi Kanjuruhan yang terjadi akhir pekan kemarin. Pemain tim yang berjuluk Bajul Ijo itu tak hanya melakukan aksi solidaritas, namun menggelar Sholat Ghaib.

Tragedi Kanjuruhan: Pemain Persebaya Surabaya Gelar Sholat Gaib

 

Para pemain dan ofisial melaksanakan sholat gaib di Masjid Al Akbar, Surabaya, Senin (3/10/2022). Humas Masjid mengatakan sudah dua kali melakukan sholat gaib untuk mendoakan korban tragedi Kanjuruhan.

Yang pertama pada Ahad (2/10/2022), setelah salat isya, kemudian setelah salat dhuhur. Kami menggelar, terus mengundang mereka pemain dan pelatih Persebaya Surabaya untuk ikut salat gaib,” ucap Helmy.

Helmy juga berharap agar kejadian di Stadion Kanjuruhan ini tak terulang lagi. Sehingga, masyarakat Indonesia bisa menonton bola dengan aman dan nyaman.

“Kami atas nama pengurus Masjid Al Akbar juga mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya dan semoga keluarga korban diberi keikhlasan serta ketabahan,” tambahnya.

Pesan Duka Persebaya Surabaya

Beberapa pemain Persebaya seperti Dandi Maulana, Koko Ari Araya, Januar Eka, Altariq Ballah, Riswan Lauhin ikut sholat gaib tersebut.

“Saya mewakili pemain turut berduka cita dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan,” ucap Alta Ballah, bek kiri Persebaya.

Di waktu yang sama, Senin Malam, ribuan fans Persebaya Surabaya memenuhi Tugu Pahlawan, Surabaya. Mereka terima ajakan manajemen Persebaya Surabaya menggelar aksi solidaritas tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang.

Aksi solidaritas Bonek juga tidak ditunjukkan hanya dengan doa Bersama. Sebelumnya, mereka juga menunjukkan rasa duka cita yang dalam dan mengirim karangan bunga untuk Aremania. Karangan bua tersebut diletakkan di depan monument Singa Tegar Stadion Kanjuruhan senin pagi.

Karangan bunga tersebut dikirim langsung oleh Green Nord 27 atau bisa dibilang Bonek tribune Utara. Ungkapan rasa belasungkawa juga berada diantara karangan bunga lain yang diletakkan di tempat yang sama.

Kejadian yang terjadi di kota Malang tersebut merupakan salah satu tragedi terburuk sepanjang sejarah sepak bola. Jika melihat data statistik, Indonesia menempati posisi kedua dalam hal korban meninggal dunia terbanyak di sepak bola.

Banyak spekulasi yang muncul terkait siapa yang bertanggung jawab, kronologi, dan korban. Tapi semua baru bisa terjawab pada saat proses investigasi selesai.