Buaksib.comFIFA dan AFC dikabarkan akan berkunjung ke Indonesia terkait dengan Tragedi Kanjuruhan 1 Oktoberi 2022 kemarin. Hal ini diungkapkan oleh anggota Exco PSSI, Ahmad Riyadh.

ARMY Indonesia Ikut Galang Dana untuk Korban Kanjuruhan

 

Tragedy yang terjadi setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut memang sedang menjadi sorotan di seluruh dunia. Pasalnya, kejadian tersebut menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

“Nanti akan ada kunjungan dari AFC dan FIFA terkait Tragedi Kanjuruhan. Semoga FIFA mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah seperti apa menyikapinya,” ucap Ahmad Riyadh.

Menurut Ahmad Riyadh, PSSI sudah mempersiapkan laporan untuk FIFA. Dia berharap agar laporan dari PSSI bisa diterima oleh induk sepak bola dunia tersebut.

“Ini hanya oknum saja yang salah. Pemerintah dan polisi sudah meresponsnya dengan positif, semoga diapresiasi FIFA. Ini kesalahan oknum,” imbuh Ahmad Riyadh.

Korban Tragedi Kanjuruhan

Jumlah korban yang kehilangan nyawa di Kanjuruhan terus bertambah hingga mencapai angka 131 orang hingga Rabu (5/10/2022). Jumlah tersebut berdasar dari data yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Dedi Prasetyo.

Dedi Prasetyo mengatakan jika penambahan korban meninggal dunia di Tragedi Kanjuruhan didapat usai melakukan verifikasi. Mereka juga melakukan pengecekan dengan dinas Kesehatan, tim DVI, dan direktur rumah sakit.

Sebelumnya, pemerintah menjelaskan berdasar data per Senin (3/10/2022), korban MD mencapai 125 orang atau meningkat sebanyak enam orang. “Jadi, data korban meninggal tragedi Kanjuruhan menjadi 131 orang,” ucap Dedi dikutip dari Antara.

Sementara itu, Presiden Indonesia, Joko Widodo menyorot kondisi stadion yang menjadi lokasi tragedy memilukan tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal di Stadion itu yang perlu diperhatikan.

Jokowi langsung meninjau kondisi stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Rabu (5/10/2022) sore. Di kesempatan itu, dia sempat melihat langsung beberapa lokasi di stadion yang menjadi pusat Tragedi Kanjuruhan ini.

Pada saat melihat langsung tribun selatan dan jalan akses keluar dari lokasi tersebut, Jokowi mengatakan ada yang tak ideal disana. Dia mengatakan jika tribun terlalu curam. Selain itu, dia juga mengatakan jika akses keluar masuk tribun sangat sempit.

“Sebagai gambaran, saya melihat masalahnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam ditambah kepanikan yang ada,” ucap Jokowi.