Buaksib.comLiverpool patut waspada saat menjalani partai lanjutan Premier League yang akan digelar Kamis (17/12) dini hari WIB. Sebab, mereka akan menjamu pemuncak klasemen sementara, Tottenham Hotspur yang bertekad mencuri poin di Anfield.

Tottenham
Pemain Tottenham merayakan gol ke gawang Man. City

 

Situasi Liverpool saat ini sedang kurang ideal. Jumlah gol yang mereka cetak dalam lima pertandingan terakhir menunjukkan bahwa ada penurunan ketajaman di lini depan. Apalagi, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dari lima laga terakhir di pentas semua kompetisi.

Bahkan dalam dua pertandingan terakhir, Liverpool selalu mengakhiri laga dengan skor yang sama, 1-1. Padahal, mereka menghadapi dua tim yang di atas kertas seharusnya bisa mereka taklukan, Fulham di ajang Premier League dan Midtjylland di pentas Liga Champions.

Tottenham Sedang On-Fire

Rentetan hasil kurang optimal tersebut bukan modal yang bagus untuk menghadapi Tottenham Hotspur. Sebab, skuat besutan Jose Mourinho itu sedang berada dalam performa terbaik mereka. Harry Kane cs kini masih menjadi pemuncak klasemen dengan perolehan 25 poin.

Namun, sebenarnya The Lilywhites pun sedang sedikit mengalami penurunan. Mereka hanya mampu mendulang dua kemenangan dari lima laga terakhir di semua kompetisi, sisanya berakhir imbang. Di akhir pekan kemarin, Spurs hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Crystal Palace.

Kendati demikian, Liverpool tetap harus waspada. Sebab, hasil minor melawan Palace tersebut justru tengah membuat Spurs berapi-api untuk menghadapi The Reds. Hal ini diutarakan oleh gelandang Spurs, Pierre-Emile Hojbjerg.

“Kami tidak senang dengan hasil 1-1, tapi okelah. Itu memberikan kami bahan bakar untuk menjalani laga pada Rabu [Kamis dini hari WIB] nanti dan kami sudah siap bermain lagi,” ujarnya di situs resmi klub.

Hojbjerg tidak menyembunyikan fakta bahwa ruang ganti Tottenham diselimuti kekecewaan pasca hasil imbang melawan Palace. Di matanya, pemandangan itu adalah pertanda bagus untuk Spurs jelang laga melawan Liverpool.

“Jika Anda bisa melihat ruang ganti kami setelah pertandingan, Anda akan melihat sedikit perasaan kecewa, yang di mana itu bagus,” ungkap pria berumur 25 tahun itu.

“Itu menunjukkan bahwa kami kompetitif dan selalu ingin bersaing serta memenangkan setiap pertandingan. Saya pikir itu adalah sebuah pertanda bagus kalau kami tidak senang dengan hasil 1-1.”

“Kami melewatkan hal-hal detail kecil, momen yang kecil, jatuh ke tangan mereka. Anda tahu, terkadang hal kecil jika disatukan bisa menciptakan sesuatu yang besar. Mungkin itulah yang terjadi,” tandasnya.