Buaksib.com – Penyerang Chelsea, Timo Werner akhirnya mengakui bahwa ia merasa kesulitan untuk menghadapi media di musim pertamanya berseragam The Blues. Namun, saat ini ia merasa sudah semakin terbiasa dengan hal semacam itu.

Timo Werner
Timo Werner

 

Timo Werner direkrut Chelsea dari RB Leipzig dengan mahar mencapai 47,5 juta Pounds di musim panas tahun lalu. Ia diharapkan mampu menjadi mesin gol baru bagi The Blues. Wajar jika ada ekspektasi besar yang disematkan kepada pemain tim nasional Jerman itu.

Bomber berusia 25 tahun itu sempat main apik pada November tahun lalu dengan mencetak delapan gol. Namun, setelah itu performanya melorot drastis. Total, dari 52 pertandingan yang ia lakoni bersama Chelsea, Werner hanya mampu menyumbang 12 gol.

Pengakuan Timo Werner

Citra buruk sempat disematkan kepada Timo Werner di musim perdananya bersama Chelsea. Sebab, ia kerap kedapatan membuang peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol. Sang pemain pun mengakui bahwa ia sempat merasa frustrasi karena penurunan performa itu.

“Saya rasa hal terpenting dalam sepakbola adalah menjaga mentalitas, tetap menjaga kepala Anda tetap bersih dari luar,” ujar Werner di laman resmi Chelsea.

“Media semakin besar dan besar saat ini. Tentu saja, ketika Anda bermain bagus, Anda adalah pahlawan di mana-mana. Tapi ketika Anda bermain buruk, itu adalah cerita yang sangat berbeda.”

Lebih lanjut, sang bomber kemudian memberikan solusi bagaimana cara mengatasi tekanan semacam itu. Hal inilah yang sudah ia praktikan di musim perdananya bersama The Blues.

“Anda harus menjauh dari itu dan berkonsentrasi pada sepakbola Anda. Itu tidak terlalu mudah karena Anda memiliki media di ponsel Anda, media selalu di sekitar Anda yang dapat memunculkan sesuatu yang dapat Anda lihat, tetapi Anda harus lurus dalam gelombang Anda sendiri, untuk hanya memikirkan sepakbola,” sambung Werner.

“Penting juga untuk memiliki orang-orang di sekitar Anda sehingga mendorong Anda untuk terus maju. Juga, di saat-saat yang baik mereka dapat sedikit menjatuhkan Anda. Jadi Anda tidak berpikir bahwa Anda adalah pahlawanannya.”

Jadi, mereka menghentikan Anda di saat-saat yang baik dan mengangkat Anda di saat-saat yang buruk,” tandas Timo Werner.