Buaksib.com – Pada awal masa jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sudah melakukan sebuah manuver baru. Beberapa perubahan yang dilakukan pelatih yang berasal dari Korea Selatan tersebut membuat banyak orang cukup terpana.

Tiga Gebrakan Tae-yong Angkat Level Timnas Indonesia
Shin Tae-yong.

 

Sang pelatih dipercaya bakal membawa Timnas menjadi tim yang harus diperhitungkan di level Asia Tenggara dan juga Asia pastinya. Eks pelatih Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 tersebut diklaim punya semua unsur yang dibutuhkan oleh PSSI untuk membangun Timnas Indonesia menjadi lebih baik.

Tae-yong mengatakan jika dia lebih mengutamakan peningkatan dan kualitas para pemain pada pertandingan uji coba. Sang pelatih juga mengatakan jika beberapa lini tim Garuda masih harus diperbaiki.

“Kami masih harus memperbaiki pertahanan kami dan juga taktik. Akan tetapi, hasil ini wajar karena kami memang belum mempelajari taktik. Namun, kami semakin bagus dalam hal fisik,” ucap Shin Tae-yong saat dikutip dari laman resmi PSSI.

Belajar Bahasa Indonesia dan Kultur Agama Islam

Gebrakan pertama Shin yang perlu diapresiasi adalah semangatnya untuk bisa cepat beradaptasi. Menurut laporan, sang Pelath mulai belajar Bahasa Indonesia sejak Januari lalu saat resmi melatih Timnas Indonesia.

Tak hanya bicara, bahkan didalam kontraknya, sang pelatih minta diberikan guru les, dan permintaan tersebut sudah pasti bisa dimaklumi.

Indonesia adalah tim Asia Tenggara pertama yang dilatih oleh Shin Tae-yong. Dia bahkan sedikitpun tak mengerti Bahasa melayu. Padahal, pelatih dan pemain seharusnya bisa membentuk chemistry untuk bisa bekerja sama.

Kemudian, sang pelatih ingin mempelajari kultur agama islam karena mayoritas pemain yang beragama islam, sehingga dia harus menghormati.

Menyusun Program Rinci Timnas Indonesia

Tae-yong juga menjadi salah satu pelatih yang punya rencana cukup matang. Dia sangat mengetahui apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Contohnya tentang teknik dasar pemain Timnas Indonesia. Bukannya mengajari teknik baru kepada pemain, Shin justru menyuruh mereka untuk memahami teknik dasar terlebih dahulu.

“Kami fokus menjalani sesi latihan bagaimana para pemain nanti bisa mengoper bola dengan baik dan benar. Baik umpan pendek atau panjang,” jelas Shin Tae-yong.

Keputusan yang diambil sang pelatih tak hanya asal spekulasi. Menurut sang pelatih, pemain harus ahli dan menguasai teknik dasar sebagai modal improvisasi teknik lanjutan.

Langsung Melakukan Pembaruan Pemain

Gebrakan Shin Tae-yong yang juga patut diapresiasi adalah rencananya untuk memberi kesempatan bagi pemain muda. Sang pelatih melakukan regenerasi tim Merah Putih dengan banyak menggunakan pemain antara usia 20-23 tahun.

Jadi, sang pelatih juga kelihatannya akan menggunakan strategi yang mirip dengan Luis Milla. Pada tahun 2017 lalu, Luis Milla juga melakukan hal yang sama terhadap pemain Timnas Indonesia.

Rencana sang pelatih rupanya cukup cerdas. Sebab, Indonesia sendiri sedang membutuhkan pemain yang bisa menjadi andalan hari ini dan masa yang akan datang.