Buaksib.com – Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, baru saja ditinggal pergi oleh ketiga asistennya. Ketiganya adalah Kim Hae-woon, Kim Woo-jae, dan Lee Jae-hong.

Laporan Shin Tae-yong Terkait Fisik Timnas Indonesia
Shin Tae-yong.

 

Dari kabar yang didapat, hubungan mereka tidak akur. Sang pelatih sendiri ternyata tak mengelak dengan tudingan terkait buruknya hubungannya dengan tiga mantan asistennya tersebut.

“Ada benarnya juga bahwa ada beberapa perbedaan di antara para pelatih,” ucap Tae-yong pada media Korea Selatan, Star News.

Kim Woo-jae, Kim Hae-woon, dan Lee Jae-hong memilih mengundurkan diri dari staf asisten pelatih Timnas Indonesia. PSSI melaporkan jika mereka bertiga sudah mengajukan pengunduran diri ini pada akhir pekan lalu karena ada alasan pribadi.

Dalam laporan yang dirilis PSSI, mereka juga menuliskan jika hubungan antara Shin Tae-yong dan ketiga mantan asistennya tersebut tidak akur.

“Memang benar bahwa ketiga pelatih tersebut menyatakan keinginan mereka untuk mengundurkan diri,” beber Tae-yong.

Kenapa Asisten Shin Tae-yong Pergi?

Sang pelatih sudah bersama dengan ketiga mantan asisten sejak pertama kali melatih Timnas Indonesia pada Desember 2019 lalu. Kim Woo-jae adalah pelatih teknik, Lee Jae-hong adalah pelatih fisik, sedangkan Kim Hae-woon adalah pelatih kiper.

Rencananya, PSSI akan bertanya langsung kepada Shin Tae-yong untuk mengetahui alasan pasti penyebab ketiganya mundur. Selain itu, mereka juga akan menanyakan terkait hubungan yang tidak akur dengan Tae-yong yang menjadi pemicunya.

“PSSI juga akan menanyakan langsung soal mundurnya tiga asisten pelatih itu kepada Tae-yong setelah kembali ke Jakarta,” tutur PSSI dalam pemberitaannya di laman resminya.

“Ini penting untuk mencari tahu duduk persoalan antara Shin Tae-yong dan para asistennya kenapa tidak bisa akur,” sambung laporan tersebut.

Pada saat ini, sang pelatih masih berada di Korea Selatan. Pelatih yang sudah berumur 52 tahun tersebut terpaksa berada disana lebih lama karena harus menjalani karantina usai terlibat kontak dengan suspek Covid-19.

PSSI sendiri meminta sang pelatih agar kembali ke Tanah Air pada pertengahan Agustus 2021 ini untuk kembali melatih.