Buaksib.com – Chelsea saat ini sedang berada dalam situasi sulit. Namun, di tengah kesulitan tersebut, Thomas Tuchel memberikan komitmen bahwa dirinya akan bertahan di Stamford Bridge setidaknya hingga akhir musim 2021/22 ini.

Thomas Tuchel
Thomas Tuchel

 

Dalam tiga pekan terakhir Chelsea harus berurusan dengan hal di luar sepakbola. Sang pemilik klub, Roman Abramovich disebut memiliki hubungan baik dengan presiden Rusia, Vladimir Putin. Kisah mereka pun dikaitkan dengan invasi Rusia ke Ukraina yang sampai sekarang masih berlangsung.

Abramovich berupaya menjual klub ke pihak lain demi menghindari sanksi dari pemrintah Inggris kepadanya. Tapi, sebelum transaksi penjualan dilakukan, pemerintah Inggris memblokir seluruh aset sang taipan, termasuk Chelsea. Sanksi tersebut juga membuat The Blues tidak bisa melakukan aktivitas jual-beli pemain, memperpanjang kontrak, menjual tiket dan merchandise.

Situasi semakin pelik karena Premier League mendiskualifikasi status Abramovich sebagai direktur Chelsea. Di samping itu, klub asal London Barat tersebut juga terancam ditinggal oleh banyak sponsor karena kondisi yang tidak pasti.

Komitmen Thomas Tuchel

Di tengah krisis yang tengah melanda Chelsea, anak asuh Thomas Tuchel mampu mengalahkan Newcastle United dengan skor 1-0 dalam lanjutan Premier League. Hasil ini pun sangat berarti bagi Jorginho dkk untuk menyelesaikan musim ini.

“Hasil ini memiliki dampak yang sangat besar bagi kami, memberikan rasa bahagia kepada fans kami. Itu adalah hal yang sangat penting karena bisa mengubah segala kondisi,” ucap Tuchel.

Chelsea terancam kehilangan banyak pemain di akhir musim nanti karena sanksi yang mereka terima. Pasalnya manajemen klub tidak bisa memperpanjang kontrak pemain. Kendati demikian, Tuchel tetap memberikan komitmen penuh kepada klub.

“Tidak diragukan lagi saya akan bertahan sampai akhir musim. Kami hanya harus menunggu hari demi hari karena semuanya bisa berubah,” tegas Thomas Tuchel.

Menurut manajer asal Jerman tersebut, ada banyak orang yang menderita karena situasi tersebut. Bukan hanya pemain dan pelatih, melainkan juga staf dan para pekerja di klub. Jadi, meraih hasil bagus di lapangan akan sedikit menghibur mereka.

“Kami sadar betapa istimewanya kami. Ini adalah klub yang besar, kami menjadi pusat perhatian, tetapi kami sangat istimewa,” ujar Tuchel.

“Ratusan orang di klub ini begitu mendapatkan perhatian, mungkin menghadapi ancaman yang lebih nyata dan khawatir tentang masa depan mereka daripada kita. Ini memberi kami tanggung jawab untuk memperjuangkan mereka, tetap tegakkan kepala dan jangan menyerah,” tandas eks manajer Paris Saint-Germain itu.