Buaksib.com – Legenda Arsenal, Thierry Henry memberikan pujian kepada Thibaut Courtois. Kiper Real Madrid itu dinilai sebagai salah satu kiper terbaik dunia saat ini dan lebih baik dari kiper Manchester City, Ederson Moraes.

Thibaut Courtois UCL 2022
Kegembiraan Courtois usai antarkan Real Madrid juara UCL

 

Pujian tersebut terlontar setelah laga Liverpool vs Real Madrid di final Liga Champions 2021/22 di Stade de France, Minggu (29/05) dini hari WIB. Pertandingan tersebut bisa dikatakan berjalan dengan alot dan berat sebelah.

Liverpool mendominasi penguasaan bola dan mendapatkan begitu banyak peluang emas. Namun, peluang-peluang yang diperoleh oleh anak asuh Jurgen Klopp mampu digagalkan oleh Courtois. Pada akhirnya The Reds harus tunduk dengan skor tipis 0-1.

Pujian untuk Thibaut Courtois

Thibaut Courtois mendapatkan penghargaan individual setelah laga Liverpool vs Real Madrid itu berakhir. Kiper asal Belgia itu dinobatkan sebagai Man of The Match di final Liga Champions 2021/22. Banyak pihak memberikan pujian kepada mantan kiper Chelsea tersebut, termasuk Thierry Henry. Bahkan, Henry menilai Courtois lebih baik ketimbang Ederson Moraes.

“Liverpool punya banyak hal. Tapi mereka menghadapi Courtois,” ujarnya seperti dilansir oleh Sportbible.

“Ingat apa yang saya katakan di semifinal, orang-orang tidak memberinya pujian yang pantas ia dapatkan. Dia adalah salah satu kiper terbaik di dunia dan lebih baik dari Ederson. Dan dia sudah menunjukkannya malam ini.”

Ada motivasi tersendiri yang membuat kiper berusia 30 tahun itu tampil menawan di final Liga Champions kemarin. Ia mengaku punya misi pribadi untuk membungkam mereka yang meragukan kemampuannya di bawah mistar gawang, khususnya saat masih membela Chelsea.

“Saya harus memenangkan final ini demi memberikan rasa hormat pada nama saya sendiri. Karena saya tidak mendapatkan rasa hormat yang cukup, terutama di Inggris,” ungkap Courtois.

“Ada sebuah majalah, pada bulan Maret, yang tidak menempatkan saya di 10 [kiper dunia] teratas. Saya tidak berpikir mereka harus menempatkan saya sebagai nomor satu tetapi tidak untuk ditempatkan di luar 10 besar. Itu aneh!”

Setelah misinya berhasil, Thibaut Courtois mengaku merasa sangat puas. Dia bahagia bisa melakukan revans yang brilian kepada orang-orang yang dulu pernah meragukannya.

“Saya kira itu ada hubungannya dengan bagaimana saya meninggalkan Chelsea. Tapi saya memenangkan Premier League dua kali di Inggris. Saya merasa saya tidak pernah benar-benar diakui untuk itu, terutama setelah tahun pertama saya bersama Madrid.”

“Banyak orang menertawakan saya, tetapi di sini saya sebagai pemenang. Jadi ini adalah comeback yang bagus,” tutup Courtois.