Buaksib.com – Usaha Juventus untuk bisa menggunakan jasa Dusan Vlahovic ternyata sudah berjalan dalam cukup lama. Mereka pernah mencoba untuk merekrutnya pada saat Vlahovic baru berusia 17 tahun.

Dusan Vlahovic Sedikit Lagi Bergabung Juventus

 

Fiorentina sebenarnya sudah sadar dengan potensi Vlahovic sejak usianya masih muda dan sedang memperkuat Partizan. Meski hanya mencetak tiga gol dalam tiga musim, La Viola sadar jika Vlahovic akan menjadi pemain besar di masa yang akan datang.

Mereka berhasil mendapat tanda tangan Dusan Vlahovic pada Juni 2017 dan diresmikan saat usianya sudah genap 18 tahun di Januari. Karena usianya yang masih sangat muda, Fiorentina pastinya tak ingin memasang ekspektasi tinggi.

Kesabaran Fiorentina dalam mengembangkan Vlahovic memberikan hasil di musim 2020/2021 lalu. Sang pemain berhasil mencetak 21 gol dari 40 laga yang membuat beberapa klub papan atas jadi tertarik.

Dusan Vlahovic didekati Banyak Klub Top

Vlahovic menunjukkan ketajamannya dengan mencetak 20 gol dari 24 laga di musim ini. Tak ayal jika Juventus berani menebusnya seharga 70 juta euro beberapa hari terakhir sebelum bursa transfer musim dingin ini berakhir.

Bisa jadi, Juve tak perlu mengeluarkan uang lebih banyak jika mereka berhasil merekrutnya pada saat masih muda. Arsenal juga sempat memintanya pada saat masih remaja. Namun, Vlahovic tetap memilih bergabung dengan Fiorentina.

Eks direktur olaharaga Fiorentina, Pantaleo Corvino, mengungkapkan bagaimana dia membajak Vlahovic pada saat klub besar mengincarnya. Dia mengaku harus bertemu dengan keluarga Dusan Vlahovic untuk menjelaskan.

“Dia sangat dekat ke Borussia Dortmund, Arsenal, Juve dan Atalanta juga menginginkan dia. Agar tidak kehilangan dia, saya pergi ke Belgrade untuk menemui keluarganya, yang kemudian saya ajak ke Milan,” tuturnya kepada Gazzetta dello Sport.

Corvino lalu menjelaskan alasannya merekrut Dusan Vlahovic pada saat itu. Dia yakin jika sang penyerang bisa jadi pemain besar di masa yang akan datang.

“Ketika saya merekrutnya, saya melihat potensi dari orang yang bisa menjadi pemain hebat. Ini berlaku padanya selayaknya banyak pemain lain yang telah diambil, banyak di antaranya dalam beberapa tahun terakhir telah meninggalkan seragam Viola dengan imbalan uang berjumlah besar.”

“Setiap klub membuat keputusan olahraga dan ekonominya sendiri, untuk keseimbangan keuangan dan klasemen di liga. Saya cuma bisa bilang bahwa saya sangat puas dengan hasil pekerjaan sudah tepat dan hari ini sangat terbayarkan,” sambung Corvino.