Buaksib.comAsosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia melontarkan pernyataan sikap terkait Komdis PSSI yang menghukum lima pemain Perserang dan satu pemain Persic Cilegon. Perlu diketahui, keenam pemain diduga terlibat kasus pengaturan skor. Maka dari itu, APPI meminta agar Komisi Disiplin PSSI tidak hanya menghukum pemain.

1000 Alat Pelindung Diri (APD) Disumbangkan oleh PSSI dan Mills Piala Asia Wanita 2022 Komdis PSSI
PSSI.

 

Didalam rilis, APPI meminta agar Komdis mengungkap lebih dalam terkait kasus itu. Pasalnya, menurut APPI, praktik pengaturan skor sudah pasti tak hanya melibatkan satu pihak, tidak hanya pemain saja.

Tak hanya Komdis PSSI, APPI memastikan jika saat ini mereka sedang mendalami lebih jauh kasus pengaturan skor ini. Selain itu, APPI juga getol melakukan komunikasi dengan enam pemain yang terlibat yang saat ini sedang dalam pelaporan ke FIFPRO lewat Red-Button yang juga terhubung dengan Interpol.

“APPI meminta PSSI bertindak secara adil dengan tidak hanya memberikan hukuman kepada para pesepakbola yang terlibat. Namun juga bagi pihak lain yang terkait jika terdapat indikasi dan penemuan bukti akan keterlibatan mereka dalam praktik pengaturan skor, serta bekerja sama dengan aparat yang berwenang untuk mengungkap lebih dalam kasus ini,” bunyi pernyataan resmi dari APPI.

Komdis PSSI Punya Bukti Pengaturan Skor

Terakkhir, Komisi Disiplin PSSI melakukan sidang kasus dugaan pengaturan skor yang melibatkan Perserang pada tanggal 1 hingga 3 November 2021. Sidang tersebut diikuti oleh Ketua Komdis, Erwin Tobing, Waketu Komdis, Eeko Hendro Prasetyo, dan dua anggota Komdis, Khairul Anwar dan Aji Ridwan Mas.

Komdis PSSI menggelar sidang usai mendapat laporan dari manajemen Perserang jika ada pemainnya yang diduga terlibat pengaturan skor. Tidak hanya di satu laga, namun di beberapa pertandingan Grup B Liga 2 musim ini. Lewat laporan tersebut, maka diperkirakan masih ada pihak luar tim yang ikut terlibat.

“Komdis sudah memiliki bukti dan memberikan keputusan kepada pelaku pengaturan skor. Hukuman ini sesuai dengan Kode Disiplin PSSI,” ungkap Erwin Tobing.