Buaksib.com – Kedatangan Erik Ten Hag sebagai manajer baru Manchester United bisa menjadi angin segar bagi Anthony Martial. Penyerang berdarah Prancis itu harus menjawab kepercayaan yang diberikan oleh sang manajer.

Anthony Martial vs Liverpool
Anthony Martial

 

Manchester United sedang memulai era baru bersama Ten Hag. Mantan bos Ajax Amsterdam itu dipercaya memimpin proyek besar pembentukan skuat Setan Merah untuk kembali bersaing di level atas.

Manajer berkebangsaan Belanda itu baru beberapa pekan menangani skuat MU. Tapi sudah tampak beberapa hal positif yang ia tularkan sejauh ini. Terbaru, pada Selasa (12/07) malam WIB Setan Merah melumat Liverpool empat gol tanpa balas pada duel pra-musim di Bangkok, Thailand.

Anthony Martial mencetak satu gol pada laga tersebut, tepatnya gol ketiga bagi MU di babak pertama. Torehan ini bisa menjadi titik balik bagi bomber berusia 26 tahun tersebut.

Pembuktian Anthony Martial

Dalam beberapa tahun terakhir performa Martial kerap jadi sorotan. Ia dianggap tidak cukup bagus untuk menjadi mesin gol Manchester United.

Performanya yang merosot membut MU memilih untuk meminjamkannya ke Sevilla pada Januari 2022 kemarin. Harapannya, ia bisa mendapatkan menit bermain dan menemukan kembali kepercayaan diri sebagai seorang juru gedor.

Sayangnya keputusan itu tidak berbuah manis. Martial hanya mampu mencetak satu gol selama membela Sevilla. Catatan itu tidak lebih baik dari paruh pertama musim 2021/22 yang ia jalani bersama Manchester United. Kasus Martial mirip dengan pemain-pemain MU lain yang nampak tidak sanggup mengenakan kostum kebesaran Setan Merah pasca era Sir Alex Ferguson.

Anthony Martial kini berusia 26 tahun, masih muda dan karirnya pun masih panjang. Kini ia telah kembali ke Manchester United dengan harapan tinggi di bawah bimbingan Erik Ten Hag.

Ten Hag memang datang dengan membawa harapan baru dan perubahan-perubahan besar. Martial mungkin akan jadi salah satu pemain yang diuntungkan dengan kedatangan manajer berusia 52 tahun tersebut.

Terbukti, dalam proses golnya ke gawang Liverpool, Anthony Martial menunjukkan salah satu sentuhan khasnya yang sempat hilang dalam beberapa tahun terakhir. Ia bisa menusuk ke kotak penalti, mengejutkan lawan, lalu menuntaskan peluang menjadi gol.