Buaksib.comPersija Jakarta sudah dipastikan gagal meraih gelar juara BRI Liga 1 2021/2022. Tim Ibuka tersebut juga aman dari ancaman degradasi ke Liga 2.

Persija Jakarta masih memiliki sisa enam laga lagi di ajang BRI Liga 1 2021/2022. Lawan-lawan yang harus mereka hadapi adalah Borneo FC, Persikabo 1973, Madura United, Bhayangkara FC, PSM Makassar, dan PSS Sleman.

 

Meski begitu, tak berarti laga tunda pekan ke-24 kontra Madura United tidak penting bagi mereka. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut berambisi meraih kemenangan di laga yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta tersebut.

Persija Jakarta memang dipastikan gagal juara dan aman dari degradasi, namun, ada satu misi yang dibawa mereka pada lagan anti. Mereka ingin paling tidak finish di peringkat keenam, oleh sebab itu, tiga poin dari Madura United harus diamankan.

“Kami tetap pada tujuan kami, yaitu memperbaiki peringkat. Kami akan bermain dengan agresivitas untuk memenangkan pertandingan,” ucap Sudirman, dikutip dari situs resmi klub, Rabu (16/3/2022).

Meski menargetkan kemenangan, Sudirman yakin jika hal ini tidak mudah didapat oleh Persija Jakarta. Sebab, Madura United memiliki pemain berkualitas meskipun kini ada di papan bawah klasemen.

Dua pemain yang harus mereka waspadai adalah Jaimerson Xavier dan Beto Goncalves. Pasalnya, mereka berdua pernah menjadi bagian dari Macan Kemayoran.

“Besok adalah pertandingan Persija versus Madura United. Ini pertandingan yang tidak mudah karena Madura berisi pemain-pemain yang bagus,” ungkapnya.

“Di sana ada Beto (Alberto Goncalves) dan Jaime (Jaimerson da Silva) yang merupakan salah satu bek terbaik di Liga ini. Kemudian ada Greg (Nwokolo) juga di depan,” imbuhnya.

Strategi Khusus Persija Jakarta

Oleh sebab itu, sang pelatih sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadang serangan Laskar Sapeh Kerrab. Ketika berhadapan dengan Persib Bandung, mereka berhasil mencetak dua gol hanya dalam waktu lima menit.

Bukan tak mungkin hal itu Kembali terjadi. Ketika pertemuan pertama, Madura United juga berhasil mencetak gol di masa injury time.

“Instruksi khusus pasti saya berikan ke pemain Persija Jakarta. Semua tergantung dari bagaimana lawan bermain. Kami tahu di sana ada Beto dan Greg. Keduanya memiliki tipe permainan yang berbeda di mana Beto lebih banyak ke finisher dan Greg bisa membongkar pertahanan,” ungkapnya.

“Jika pemain itu mendapatkan bola maka harus ada pemain kami yang selalu dekat dengan mereka sehingga mereka tak bisa leluasa menciptakan gol atau melewati pertahanan kami,” tutup Sudirman.