Buaksib.com – Thomas Tuchel baru melatih Chelsea selama kurang lebih satu bulan. Mengingat sedikitnya waktu yang tersisa di musim 2020/21 ini, manajemen klub pun tidak mematok target tinggi untuk pelatih asal Jerman tersebut.

Thomas Tuchel
Thomas Tuchel

 

Thomas Tuchel resmi ditunjuk sebagai pelatih Chelsea pada tanggal 26 Januari 2021 kemarin. Penunjukkan itu terjadi kurang dari 24 jam setelah klub mengumumkan pemecatan Frank Lampard.

Keputusan pergantian pelatih itu dirasa sudah tepat. Pasalnya, The Blues di bawah asuhan Lampard meraih serangkaian laga tanpa raihan kemenangan. Padahal, Lampard sudah membelanjakan dana mencapai 220 juta Euro untuk membeli pemain baru di awal musim 2020/21 ini.

Setelah diambil alih Tuchel, performa Chelsea mulai membaik. Mereka mencatatkan tiga kemenangan beruntun yang salah satunya diraih ketika bertemu Tottenham Hotspur. Berkat catatan tersebut, The Blues berhasil merangkak ke posisi lima klasemen sementara Premier League.

Target Chelsea untuk Thomas Tuchel

Kendati sudah mencatatkan sederet hasil positif, menjadi juara Premier League nampaknya menjadi target yang sulit terealisasi. Sebab, mereka kini tertinggal 11 poin dari Manchester City yang ada di puncak klasemen.

Jika memang gagal memuncaki klasemen, Tuchel tidak akan mengalami nasib serupa seperti Lampard. Pasalnya, manajemen klub hanya menetapkan empat besar sebagai target Thomas Tuchel di musim perdananya sebagai juru taktik Chelsea.

“Kami tidak datang dengan tujuan memenangkan gelar dalam beberapa bulan. Akan menjadi performa yang gemilang kalau bisa finish di empat besar, yang di mana itu akan membuat klub senang,” ungkap asisten pelatih Chelsea, Zsolt Low kepada M1.

“Sungguh luar biasa sulitnya untuk meraih kemenangan atas tim manapun, tidak hanya harus mempersiapkan diri melawan pemain sensasional, tapi pelatih yang hebat juga bekerja di Premier League,” lanjutnya.

Low merupakan salah satu staf kepelatihan yang dibawa Thomas Tuchel ke Chelsea. Sebelumnya, ia juga bekerja sama dengan Tuchel di klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain. Ketika PSG memecat Tuchel, Low juga mengalami nasib serupa. Ia mengaku kalau dirinya dan Tuchel terkejut bisa mendapatkan pekerjaan dalam rentang waktu yang singkat.

“Kami berpikir kalau kami akan beristirahat selama setengah tahun dan menghabiskan waktu bersama keluarga, kemudian mempersiapkan diri untuk klub baru di musim panas,” ujar Low.

“Jika bukan karena Chelsea memanggil, kami mungkin akan lebih memilih beristirahat. Tapi Chelsea adalah tantangan yang luar biasa, klub sensasional dengan susunan pemain yang fantastis di liga terbaik dunia,” tandasnya.