Buaksib.com – Kompetisi Eredivisie 2019/2020 resmi ditutup. Dengan demikian berakhir pula perjalanan Hakim Ziyech bersama Ajax Amsterdam. Ia akan meninggalkan Belanda untuk berlabuh ke salah satu raksasa Inggris, Chelsea.

Tangis Haru Warnai Perpisahan Hakim Ziyech dengan Ajax
Hakim Ziyech

 

Hakim Ziyech menyetujui kepindahannya ke Chelsea pada bulan Februari. Kubu The Blues mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah mendapatkan tanda tangan pemain Timnas Maroko itu dengan mahar 33,3 juta Pounds.

Kendati demikian, sang winger tidak bisa langsung merapat ke London Barat. Pasalnya, transfer itu disepakati di luar bursa transfer musim dingin yang berakhir akhir Januari lalu. Ziyech baru akan mendarat di Stamford Bridge setelah musim 2019/2020 berakhir.

Hakim Ziyech seharusnya bisa menikmati masa-masa terakhirnya bersama Ajax Amsterdam lebih lama. Sayangnya, pandemi virus Corona yang melanda dunia terpaksa membuat masa perpisahan itu harus terpangkas. Pasalnya, Eredivisie musim ini secara resmi diakhiri lebih cepat.

Bukan Perpisahan yang Diharapkan

Memang cukup ironis. Seperti diketahui, Hakim Ziyech adalah salah satu pahlawan bagi Ajax ketika sukses melaju ke babak semifinal Liga Champions musim lalu. Selain itu, ia juga mengantarkan timnya menjuarai Eredivisie 2018/2019. Tapi, di momen-momen terakhirnya, dia tidak bisa mengucapkan salam perpisahan kepada rekan setim dan fans di atas lapangan.

Kendati demikian, pihak klub ternyata punya cara lain untuk memberikan perpisahan kepada mantan pemain FC Twente tersebut. Mereka membawanya ke teater Tuschinski di Amsterdam dan menunjukkan berbagai macam cuplikan pesan untuknya.

Hakim Ziyech mengaku tidak pernah membayangkan perpisahannya dengan tim yang membesarkan namanya itu akan berlangsung seperti ini. “Tidak. Tak seperti yang saya bayangkan,” jawabnya.

“Saya senang bisa berlanjut ke langkah berikutnya, tapi saya tidak ingin berakhir seperti ini. Rasanya seperti Anda gagal melewati ujian, begitulah rasanya,” lanjut Ziyech.

Baca: Alasan Hakim Ziyech Bergabung dengan Chelsea

Hakim Ziyech Menitikkan Air Mata

Beberapa potongan gambar dari para pemain Ajax Amsterdam yang memberinya pesan muncul bergantian. Bahkan, calon rivalnya yang dulu pernah menjadi rekan satu tim, Davinson Sanchez juga tidak ketinggalan memberikan pesan.

“Indah, sungguh indah,” ucap Ziyech melihat potongan gambar-gambar tersebut. Sampai kemudian muncul sebuah pesan dari sang ibunda yang membuatnya tak kuasa membendung air mata.

“Saya sangat senang bahwa Anda akan pergi ke London,” kata sang ibu.

“Lakukan yang terbaik, jaga kesehatan, serta berperilaku selayaknya pria. Saya mencintai Anda dan bangga. Semoga beruntung selama di London.”

Usai menitikkan air mata, Hakim Ziyech lantas sedikit bercerita tentang sosok ibunya. “Ia membesarkan sembilan anak. Delapan atau sembilan. Juga kehilangan suaminya terlalu cepat sehingga harus sendiri.”

“Semua ini demi dia. Saya melakukan ini karena saya menyukainya, tapi semuanya demi dia. Jika bukan karena ibu, saya sudah meninggalkan sepakbola sejak lama,” pungkasnya.