Buaksib.com – Penyerang Chelsea, Tammy Abraham, mengakui dirinya kesulitan ketika harus berhadapan dengan bek Liverpool, Virgil Van Dijk. Bahkan, striker berusia 22 tahun tersebut menyebut dirinya cukup frustasi dengan situasi tersebut.

Tammy Abraham akui frustasi berhadapan dengan Virgil Van Dijk
Tammy Abraham

 

Tammy Abraham menjelma menjadi salah satu striker papan atas Premier League berkat torehannya di awal musim ini. Penyerang berkebangsaan Inggris tersebut sudah mengemas delapan gol dari delapan penampilannya bersama The Blues di Premier League musim ini. Performa menterengnya tersebut membuat dirinya menggeser Michy Batshuayi dan Olivier Giroud sebagai striker utama Chelsea musim ini.

Dengan delapan gol yang telah dikoleksi, Tammy Abraham menjadi top scorer sementara Premier League. Ia sejajar dengan striker Manchester City, Sergio Aguero, yang sama-sama mengoleksi delapan gol.

Meski tampil begitu tajam di awal musim ini, Tammy Abraham mengungkapkan bahwa dirinya kesulitan ketika harus berhadapan dengan bek Liverpool, Virgil Van Dijk. Hal ini ia utarakan setelah timnya kalah dari Liverpool dengan skor 1-2 di Stamford Bridge pada 22 September lalu.

Pujian Tammy Abraham

Pada laga kontra Liverpool tersebut, Tammy Abraham dimainkan sebagai starter oleh pelatih Frank Lampard. Namun, ia terlihat kesulitan dan tak mampu mencetak gol sehingga Lampard menariknya keluar pada menit ke-77 untuk digantikan Michy Batshuayi.

Abraham kemudian membeberkan bagaimana rasanya berduel dengan bek asal Belanda tersebut. Ia mengatakan bahwa level Van Dijk berbeda dengan bek-bek lainnya.

“Ia bak binatang buas. Sangat bagus dalam apa yang ia lakukan,” pujinya seperti dilansir Liverpool Echo.

“Ia berpengalaman. Saya mencoba melakukan sedikit … Saya mencoba menggunakan trik saya yang ada di kepala saya, tetapi pemahamannya tentang permainan sungguh yang terbaik,” pujinya lagi.

Abraham mengatakan bahwa yang membedakan Van Dijk dengan bek-bek lain adalah ia begitu detil memperhatikan setiap pergerakan lawannya. Jadi, ia selalu bisa mengantisipasi ke mana lawan akan bergerak. Dengan begitu, lawan akan kesulitan untuk berbuat sesuatu. Abraham pun mengisyaratkan bahwa ia merasa sangat frustasi karena tak bisa lolos dari kawalan Van Dijk pada laga tersebut.

“Ini ada hubungannya dengan hal-hal kecil. Gerakan-gerakan saya di dalam kotak, beberapa pemain bertahan tidak memperhatikan saya – mereka hanya fokus pada bola,” terangnya.

“Dengan dirinya, ini semacam keduanya, ia memperhatikan saya dan bola, tahu di mana saya berada, tahu ke mana saya akan pergi, mengikuti saya,” sambungnya.

“Ini sangat menjengkelkan bagi seorang penyerang. Tinggalkan saya sendiri!” seru Abraham.

Musim lalu, Virgil Van Dijk membawa Liverpool menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Premier League. The Reds hanya kebobolan 22 kali dalam semusim. Di musim 2019/2020 ini, Liverpool sudah kebobolan enam kali.