Buaksib.com – Negosiasi kontrak baru Tammy Abraham di Chelsea berjalan alot. Sejumlah sumber menyebut bahwa kebuntuan tersebut dikarenakan sang striker menuntut gaji hingga Rp 2,3 miliar per pekan dan pihak The Blues masih belum mau mengabulkannya.

Tammy Abraham
Tammy Abraham

 

Di musim 2019/20 ini, Tammy Abraham menjadi andalan di lini depan Chelsea. Pemain berusia 22 tahun tersebut mencatatkan 30 penampilan dari total 34 laga The Blues di Premier League musim ini. Catatan tersebut berada jauh di atas bomber Chelsea lainnya, Olivier Giroud.

Performa bomber berkebangsaan Inggris tersebut pun dinilai tidak terlalu buruk. Ia sudah mencatatkan 14 gol di ajang Premier League dan menjadi top scorer di kubu Chelsea. Jika dibanding dengan pemain lain, catatan Abraham lebih baik ketimbang Harry Kane (13 gol) dan bomber Everton, Richarlison (11 gol). Namun, dia kalah tajam dari Jamie Vardy yang memimpin top scorer Premier League dengan koleksi 22 gol.

Tammy Abraham Menuntut Gaji Tinggi

Kontrak Tammy Abraham bersama Chelsea sejatinya baru akan berakhir pada Juni 2022 mendatang. Namun, pihak The Blues merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut sehingga mereka menawarkan perpanjangan kontrak lebih dini. Hanya saja proses negosiasi masih belum rampung hingga saat ini.

Dikutip dari The Times, pihak Tammy Abraham meminta gaji yang kelewat mahal. Pemain yang pernah dipinjamkan ke Aston Villa tersebut meminta bayaran sebesar 130 ribu Pounds atau sekitar Rp 2,3 miliar per pekan. Nilai tersebut meningkat lebih dari 100 persen dari gaji Abraham saat ini yakni 50 ribu Pounds per pekan.

Tammy Abraham memiliki alasan mengapa ia menuntut gaji tinggi di kontrak barunya. Ia merasa bahwa dirinya telah tampil impresif sepanjang musim 2019/20 ini. Selain itu, dia juga mengacu bayaran yang diterima oleh Callum Hudson-Odoi yang sama-sama jebolan akademi Chelsea. Hudson-Odoi menerima bayaran sebesar 120 ribu Pounds per pekan.

Di luar proses negosiasi yang alot, Tammy Abraham kini sedang menjadi sorotan. Performanya menurun dan itu dibuktikan dari catatan golnya yang juga mulai langka. Golnya ke gawang Crystal Palace pada Rabu (08/07) kemarin adalah gol pertamanya dalam 10 laga terakhir.

“Dalam hal kontrak Tammy, saya rasa kami tidak berada di level yang kritis dan saya meninggalkan masalah itu berada di antara dia dan klub untuk berdiskusi,” ujar manajer Chelsea, Frank Lampard seperti dikutip Goal International.

“Saya tidak yakin itu yang mengganggu pikirannya sekarang. Harusnya tidak. Apa yang harus ada di pikirannya saat ini adalah pertandingan yang akan datang dan bagaimana bisa memberikan kontribusi di lapangan,” lanjut Lampard.