Buaksib.comAtletico Madrid baru saja melakoni laga melawan Manchester City dalam pertandingan perempat final leg pertama di Liga Champions. Saat itu, klub asuhan Diego Simeone itu harus menyerah kalah dari The Citizen yang berhasil mencetak satu angka. 1-0 menjadi skor akhir di pertandingan yang terlaksana di Etihad Stadium tersebut.

Taktik Diego Simeone Saat Melawan City Menjadi Sorotan
Diego Simeone

Sorotan utama di pertandingan yang dilaksanakan pada tanggal 06 April kemarin itu bukanlah hasil yang diperoleh dua klub tersebut. Publik justru menyoroti strategi yang dipakai oleh Diego Simeone yang digunakan untuk menahan laju serangan Manchester City. Diatas kertas, Atletico Madrid menuliskan 5-3-2, namun dalam prakteknya memakai skema 5-5-0.

Strategi Diego Simeone Mendapat Cemoohan

Menghadapi Manchester City, Diego Simeone secara mengejutkan memilih memakai formasi 5-5-0. Skema yang tergolong tak lazim tersebut rupanya sebagai bentuk pertahanan Atletico Madrid dari serangan yang sangat aktif dari The Citizens. Sontak strategi yang full bertahan tersebut mendapat cemoohan dari banyak pihak.

Diego Simeone menerapkan strategi 5-5-0 dan menarik striker murni yang seharusnya berada di lini depan bermain lebih ke belakang. Para striker tersebut lebih banyak beroperasi di area tengah dan membantu pertahanan sektor belakang. Joao Felix serta Antoine Griezmann lebih sering berada di sisi sayap dan membuat keduanya kesulitan untuk menyerang.

Kelebihan dari strategi tersebut yaitu Manchester City yang menjadi tim lawan kesulitan untuk menembus pertahanan. Namun berkat kesabaran serta taktik Pep Guardiola, The Citizens berhasil memenangkan pertandingan meskipun hanya mencetak satu angka. Kerja sama dari Rodri dan Phil Foden yang kemudian dieksekusi Kevin De Bruyne berhasil merobek pertahanan lawan.

Strategi yang dipilih oleh Diego Simeone rupanya mendapat cemoohan dari para netizen terlebih Atletico Madrid tetap menerima kekalahan di laga tersebut. Pasalnya baru kali ini Los Colchoneros gagal melepas satu tembakan pun dalam sejarah klub tersebut. Bahkan ada yang menyebut taktik yang digunakan merupakan taktik prasejarah serta taktik yang cukup gila,

Alasan Memakai Skema 5-5-0

Rupanya Diego Simeone memiliki alasan kuat mengapa lebih memilih bertahan secara penuh tanpa melakukan penyerangan sama sekali. Bahkan untuk menerapkan taktik tersebut secara normal di lapangan akan sangat sulit. Sang pelatih mengakui jika Manchester City merupakan tim yang kuat dalam penyerangan sehingga dibutuhkan pertahanan yang kuat pula untuk membendung serangannya.

Taktik yang diterapkan Diego Simeone itu terbukti ampuh di babak pertama, namun perlahan bisa ditembus di babak kedua. Masuknya tiga pemain baru salah satunya Phil Foden memberikan hasil yang berbeda pada serangan yang dilakukan Manchester City. Rupanya strategi full bertahan masih belum mampu menghentikan serangan yang dilakukan oleh Manchester City.

Kekuatan dari taktik Ultra Defensif yang dipakai oleh Diego Simeone sampai mendapatkan pengakuan dari Pep Guardiola. Menurut sang pelatih, taktik bertahan yang digunakan Diego Simeone tidak akan bisa ditembus oleh serangan, baik di era prasejarah hingga di era sekarang ini. Pep Guardiola juga mengakui jika skema 5-5-0 tidak memberikan celah sama sekali untuk pergerakan penyerang.

Kevin De Bruyne bahkan juga mengakui betapa sulitnya menembus pertahanan Atletico Madrid di pertandingan kemarin. Beruntung berkat kesabaran yang dimiliki, Manchester City berhasil membongkar pertahanan tersebut di babak kedua. Kini The Citizen tinggal menunggu kejutan apa lagi yang akan diberikan oleh Diego Simeone di Wanda Metropolitano nanti.