Buaksib.com – AC Milan mengalami kekalahan menyakitkan dari Inter Milan pada partai perempat final Coppa Italia, Rabu (27/1/2021) dini hari WIB. Pertandingan yang digelar di Giuseppe Meazza tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Inter.

Kronologi Konflik Zlatan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku
Perseteruan antara Zlatan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku.

 

AC Milan sebenarnya berhasil unggul terlebih dahulu di babak pertama lewat aksi Zlatan Ibrahimovic. Akan tetapi, Nerazzurri berhasil membalikkan keadaan di babak kedua lewat gol Romelu Lukaku dan Christian Eriksen.

Dua gol Inter tercipta lewat bola mati, Romelu Lukaku dari titik putih dan Christian Eriksen dari tendangan bebas.

Selain itu, Zlatan Ibrahimovic mendapat hukuman kartu merah pada pertandingan ini. Penyerang berusia 39 tahun tersebut mendapat kartu kuning setelah konflik dengan Lukaku dan mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan tekel kepada Kolarov.

Sisi Positif Bagi AC Milan

Sang pelatih, Stefano Pioli, sudah mengatakan jika ajang Coppa Italia menjadi salah satu target timnya musim ini. Gagal di babak perempat final ini juga membuat arsitek 55 tahun tersebut sangat kecewa.

“Sangat mengecewakan bahwa kami tersingkir. Kami sangat serius pada kompetisi ini. Kami tampil bagus dari sisi bertahan, itu nampak dengan jelas,” jelas Stefano Pioli setelah pertandingan.

Akan tetapi, kartu merah yang didapat Zlatan Ibrahimovic lalu mengubah segalanya. AC Milan harus bertahan dengan keras hingga kebobolan bahkan di menit-menit terakhir. Stefano Pioli sangat kecewa. Namun, sang pelatih masih bisa melihat sisi positif dari timnya.

“Saya meninggalkan kekalahan ini dengan perasaan jauh lebih positif dan percaya diri tentang masa depan kami daripada setelah pertandingan Atalanta,” tutur Pioli.

Pioli melihat jika pertandingan AC Milan vs Inter Milan berjalan cukup seimbang. Jika saja tak ada hukuman kartu merah untuk penyerang gaek mereka, sang pelatih yakin Rossoneri punya peluang untuk meraih kemenangan.

“Itu adalah laga yang sangat seimbang, satu-satunya perbedaan adalah kehilangan satu pemain di lapangan. Jika itu 11 lawan 11, segala kemungkinan bisa terjadi dan kami unggul 1-0,” seru Stefano Pioli.