Buaksib.com – Semusim terakhir berjalan begitu buruk untuk bek Arsenal, Shkodran Mustafi. Pemain berkebangsaan Jerman tersebut kerap dikritik karena performanya yang selalu berada di bawah standar.

Shkodran Mustafi menyebut dirinya kerap disalahkan meski sedang tak bermain
Shkodran Mustafi

 

Ia dituding sebagai biang kerok atas buruknya lini belakang Arsenal pada musim lalu. The Gunners kebobolan sebanyak 51 kali di Premier League. Catatan buruk tersebut membuat Arsenal menjadi tim kebobolan terbanyak ketiga dari 10 besar. Selain itu, buruknya pertahanan skuat asuhan Unai Emery juga menjadi salah satu faktor Arsenal gagal finish di empat besar.  Mereka harus menerima kenyataan duduk di peringkat lima klasemen akhir karena tertinggal satu poin dari tim penghuni peringkat keempat, Tottenham Hotspur.

Akibatnya, mereka tidak bisa tampil di ajang Liga Champions musim ini. Seperti diketahui, hanya empat tim teratas yang bisa mengikuti kompetisi antar klub paling bergengsi di Eropa tersebut. The Gunners harus puas kembali bermain di Liga Europa yang notabene adalah kasta kedua kompetisi antar klub Eropa.

Arsenal Buruk, Mustafi Jadi Kambing Hitam

Performa Mustafi di atas lapangan mendapatkan penilaian buruk. Bahkan, dari hasil voting yang dilakukan oleh media asal Spanyol, Marca, ia dinobatkan sebagai bek terburuk kedua di dunia saat ini. Mustafi berada tepat di bawah pemain Manchester United, Phil Jones, yang menempati peringkat pertama.

Mustafi sendiri tidak menampik bahwa dirinya memang sedang berada dalam performa yang buruk. Namun ia menolak hasil voting tersebut yang menyebutkan bahwa dirinya menjadi bek terburuk kedua di dunia.

“Saya cukup kritis terhadap diri sendiri untuk menyadari kesalahan yang telah saya buat. Saya juga mampu mengatasi kritikan yang berat. Tapi, kritikan terus meningkat dan semakin irasional,” ujar Mustafi kepada media Jerman, Speigel.

“Saya telah menjadi sasaran. Pada satu titik, orang-orang menyalahkan saya atas kekalahan [Arsenal] di mana saya tidak bermain sama sekali,” lanjutnya.

Kritikan Pasca Laga Kontra Liverpool

Kritikan terberat yang pernah ia terima adalah saat Arsenal dihantam kekalahan telak oleh Liverpool pada Desember 2018 lalu. Bek berusia 27 tahun tersebut menjadi ‘kambing hitam’ atas hasil memalukan tersebut.

Mustafi berdalih dirinya sedang tidak berada dalam kondisi prima pada pertandingan tersebut. Namun, demi tanggung jawab dan kebutuhan sang pelatih, ia memutuskan untuk tetap tampil membela The Gunners.

“Saya melalui tiga pekan dengan cedera lalu bermain dalam laga tanpa berlatih dengan tim karena pelatih membutuhkan saya. Pada jeda babak pertama dan skor sudah 1-4, saya mendapati momen buruk dan kembali mengalami cedera,” tambahnya.

“Setelah itu, saya mendapatkan banyak komentar negatif dari fans Arsenal di Instagram dan Twitter, serta artikel yang berisikan kritikan keras terhadap saya mulai dituliskan,” tandasnya.