Buaksib.com – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, tak diam saja setelah mendengar keluhan dari Shin Tae-yong terkait timnas. Hal ini adalah menyangkut pemain Timnas Indonesia yang sedang berada di masing-masing klubnya di Liga 1.

Shin Tae-yong Masih Punya Banyak PR untuk Timnas Indonesia U-23
Shin Tae-yong.

 

Terakhir, sang pelatih mengeluhkan jika pemain Timnas Indonesia yang dirasa jarang mendapat kesempatan bermain di level klub. Maksud dari komentar Coach Shin adalah pemain tersebut hanya menjadi pemain cadangan.

Shin Tae-yong berharap agar budaya seperti itu bisa dihilangkan supaya bisa mengembangkan kemampuan sang pemain. Pelatih berumur 51 tahun tersebut memang tak menyebut secara spesifik siapa pemain tersebut dan nama klubnya.

Akan tetapi, sang pelatih memberikan perhatian khusus kepada pemain yang memiliki peran sebagai striker di Timnas Indonesia. PSSI saat ini siap untuk ikut turun tangan demi menjawab keluhan sang pelatih.

Shin Tae-yong Mengeluh

Mochamad Iriawan mengatakan jika pihak yang paling bisa menjawab keluhan Coach Shin adalah klub peserta Liga. Akan tetapi, Iwan Bule siap untuk menjadi mediator demi menyelesaikan masalah ini agar bisa mendukung perkembangan pemain Timnas.

“Kami perlu komunikasikan mengapa mereka belum main atau diawet-awet. Bisa saja,” ucap Mochamad Iriawan.

“Kami akan diskusikan dulu dan belum mendapatkan jawaban. Harus tanya ke klub Liga 1 mengapa banyak pemain Timnas Indonesia dicadangkan,” ungkap pria yang sering dipanggil Iwan Bule tersebut.

Mochamad Iriawan menegaskan jika Timnas Indonesia akan menghadapi Curacao di laga FIFA Matchday September 2022 mendatang. Akan tetapi, laga tersebut diragukan karena terhalang aturan vaksinasi Covid-19.

Menurut Iwan Bule, hampir semua pemain Curacao belum melakukan vaksin Covid-19. Hal inilah yang menjadi faktor penghabat laga FIFA Matchday tim anak asuh Shin Tae-yong ini.

“Ada hal yang memang mereka belum vaksin semua. Namun, mungkin masih keburu atau tidak mereka melakukan vaksin,” ucap Mochamad Iriawan pada media di Gianyar, Bali.

“Kami perlu komunikasikan dengan Pemerintah. Sebab, Pemerintah kita mempunyai aturan sendiri,” serunya.