Buaksib.com – Eks striker Juventus, Fabrizio Ravanelli, mengungkapkan jika Si Nyonya Tua akan menyesal karena gagal merekrut Gianluigi Donnarumma di dua waktu yang berbeda.

Gianluigi Donnarumma Dipastikan Pergi dari AC Milan Apakah ke Juventus?
Gianluigi Donnarumma.

 

Sejak musim lalu berakhir, Donnarumma sudah memutuskan untuk tidak meneruskan masa baktinya di AC Milan. Akhirnya dia menjadi pemain yang tak memiliki klub sejak 1 Juli kemarin.

Kemudian, pada Kamis (15/7/2021) dini hari WIB lalu, Gianluigi Donnarumma akhirnya resmi diperkenalkan sebagai pemain salah satu klub sultan. Klub tersebut adalah Paris Saint-Germain.

Sebelum bergabung dengan PSG, Donnarumma berhasil mengantarkan Italia meraih gelar juara Euro 2020. Tak Cuma itu, penjaga gawang berumur 22 tahun tersebut juga meraih gelar pemain terbaik di turnamen tersebut.

Juventus Hampir Rekrut Gianluigi Donnarumma

Ravanelli mengatakan jika dia pernah memaksa agar Bianconeri bisa mendatangkan Donnarumma pada 10 tahun lalu. Pada saat itu, dia masih menjadi pelatih tim akademi La Vecchia Signora.

“Penyesalan terbesar adalah 10 tahun lalu, dengan investasi kecil kami bisa mengalahkan Milan untuk merekrutnya,” tutur Ravanelli pada Tuttosport.

“Sayang sekali, Donnarumma akan menjadi pewaris sempurna [Gianluigi] Buffon di Juventus. Sekarang ada [Wojciech] Szczesny, yang merupakan kiper hebat lainnya dan oleh karena itu saya memahami pilihan klub dan [Massimiliano] Allegri.” imbuhnya.

Lebih jauh lagi, Ravanelli juga mengatakan kehebatan kiper baru PSG tersebut yang dulu sedang di Napoli sebelum direkrut AC Milan.

“Saya memiliki ingatan akan seorang bocah lelaki yang kuat, eksplosif, dan mengesankan. Dia memblokir segalanya. Begitu banyak sehingga tidak ada pemain kami yang berhasil mencetak gol melewati Donnarumma dari tepi kotak penalti,” ingat Ravanelli.

“Kami membuatnya menjadi sasaran tembakan voli di sekitar titik penalti. Tapi masih hampir mustahil untuk mencetak gol melawannya. Itu membuat semua orang terdiam. Dia anak yang berbeda dari yang lain,” bebernya.

“Sekarang mudah untuk mengatakannya kepada Juventus. Tetapi pada saat itu saya berkomunikasi dengan pelatih kiper bahwa orang ini harus segera diambil karena dia pasti akan menjadi pemain top.” Tandas Ravanelli.