Buaksib.com – Pandemi virus Corona yang tengah merebak di seluruh dunia menempatkan sejumlah kompetisi sepakbola di dalam ketidakpastian. Bundesliga adalah salah satu kompetisi yang terdampak. Sejak bulan lalu, sudah tidak ada pertandingan lagi di kompetisi ini. Jika kondisi ini terus dibiarkan berlarut-larut, maka sejumlah tim terancam bangkrut.

Jika kompetisi Bundesliga Jerman tidak segera bergulir, maka ancaman kebangkrutan akan menanti untuk sejumlah klub peserta
Bundesliga Jerman

CEO Dortmund Desak Bundesliga Kembali Bergulir

Bundesliga sudah tak memainkan pertandingan lagi sejak awal bulan Maret kemarin. Beberapa pertandingan terpaksa ditunda guna mencegah penyebaran virus Covid-19 yang kini sudah membunuh ribuan nyawa di Jerman. Akibatnya, pada klub peserta yang menganggur sudah tak lagi mendapat pemasukan.

Kondisi yang terjadi saat ini dicemaskan oleh CEO Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke. Menurut pria asal Jerman tersebut, situasi sepakbola Jerman akan menjadi lebih buruk jika kompetisi tidak segera dilanjutkan. Watzke juga mendesak agar Bundesliga harus segera dilanjutkan.

“Jika kita tak segera bermain dalam beberapa bulan ke depan, maka kondisi semua tim akan semakin memburuk.” Kata Watzke, seperti yang dilansir dari Sky TV via Goal. “Dan jika kondisi ini berlanjut, Bundesliga tak akan ada lagi, kita tahu itu. Mungkin para penggemar tak mengharapkan ini, tapi ini harus dilakukan untuk menyelamatkan sepakbola.”

“Kami semua sedang melakukan yang terbaik agar semua kembali berjalan normal. Tidak, kami tak ingin ada perlakuan istimewa. Tapi kami juga tak ingin dirugikan. Sepakbola selalu punya peran spesial dalam masyarakat. Kami tak ingin berada dalam posisi istimewa. Tapi, sekali lagi, sepakbola tak dapat dibandingkan dengan olahraga lain, kami ingin melakukan tugas kami.”

Steffen Freund Ingatkan Ancaman Kebangkrutan Klub 

Senada dengan yang disampaikan Watzke, mantan pemain Dortmund, Steffen Freund juga mendesak agar kompetisi Bundesliga kembali dilanjutkan. Ia juga menyampaikan peringatan tentang ancaman kebangkrutan yang kini sedang menanti para klub peserta. Freund mengkhawatirkan nasib para klub jika tak ada kepastian hingga beberapa bulan ke depan.

Ketika ditanya kompetisi mana yang harus dilanjutkan, ia mengatakan, “Semua kompetisi sepakbola Jerman. Kami saat ini menjadi negara dengan kondisi terbaik di seluruh Eropa. Hal ini dikarenakan Jerman sudah siap memulai kompetisi lagi pada 9 Mei nanti, jika diizinkan pemerintah.”

“Tentu, Jerman pastinya sudah siap untuk itu, dan mereka mungkin sudah tidak sabar ingin menyaksikan Bundesliga lagi. Adanya virus Corona memang menimbulkan banyak masalah. Dan salah satu masalahnya adalah, penyelenggara harus melakukan tes kepada semua pemain, baik sebelum ataupun sesudah pertandingan.”

“Tapi, jika Bundesliga tak dimulai lagi dalam dua pekan atau maksimal tiga bulan, banyak tim di divisi pertama dan ke-2 yang akan bangkrut. Kemudian, kita tak akan punya cukup klub untuk menjalani musim depan. Jadi, saya optimis kompetisi akan berlanjut. Jika bukan pada 9 Mei, mungkin di akhir Mei dan laga akan digelar tanpa penonton.”

“Saya memahami situasi yang sedang terjadi, terutama di Spanyol dan Italia. Di sana bahkan lebih buruk dan banyak orang yang sekarat. Jika ini terus berlanjut, mungkin akan ada sekitar sepuluh klub dari divisi pertama dan kedua yang bangkrut. Di Spanyol, sama, Inggris, sama, Italia, sama, Jerman juga, jadi akan sulit untuk memulai musim depan.”

Serikat Kepolisian Jerman Tak Sependapat

Sementara itu, Serikat Kepolisian Jerman, melalui sang wakil ketua, Jorg Radek mengungkapkan bahwa melanjutkan kompetisi saat ini bukan pilihan yang tepat. Otoritas penyelenggara punya rencana menggelar laga secara tertutup. Namun, menurut Radek, hal ini tak menjamin bahwa para supporter tak akan berkerumun di luar stadion.

“Mungkin keadaan di dalam stadion akan terkendali. Tapi tidak dengan keadaan di depannya. Stadion menjadi target utama bagi para fans untuk mendukung tim kesayangan mereka. Itu tak dibenarkan. Kami tak memperbolehkan adanya kerumunan pendukung di luar gerbang. Bukan hanya dilarang, itu juga perbuatan yang tidak bertanggung jawab.”