Buaksib.com – Manchester United menelan kekalahan ketika bertandang ke markas Istanbul Basaksehir di Liga Champions. Skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu takluk dengan skor 2-1 dan salah satu penyebabnya adalah buruknya performa lini pertahanan Setan Merah. Mantan pemain MU, Paul Scholes pun melontarkan kritik tajam atas performa minor barisan bek MU pada laga tersebut.

Paul Scholes Manchester United
Paul Scholes

 

Setan Merah menantang Istanbul Basaksehir pada matchday ketiga Grup H Liga Champions. Mereka sebenarnya punya modal apik menghadapi tim asal Turki ini karena sebelumnya berhasil menaklukan PSG dan Leipzig di matchday pertama dan kedua. Namun, laga yang digelar di Stadion Fatih Terim, Kamis (05/11) itu justru menjadi tontonan mengerikan bagi fans Setan Merah. Ya, Manchester United nampak tak berdaya dan terpaksa tunduk dengan skor 2-1.

Dua gol Basaksehir tercipta di babak pertama berkat aksi Demba Ba dan Edin Visca. Manchester United hanya mampu memperkecil kedudukan melalui aksi Anthony Martial jelang babak pertama berakhir.

Pertahanan Manchester United mendapatkan sorotan tajam pada laga ini. Pasalnya, Basaksehir sukses mencetak dua gol karena buruknya koordinasi di lini pertahanan.

Pertahanan Manchester United Buruk

Selepas pertandingan, Paul Scholes pun memberikan kritik keras terhadap penampilan Harry Maguire cs. Menurutnya, barisan pemain belakang Manchester United bermain seperti tim usia kanak-kanak pada laga tersebut.

“Ini seperti permainan sepakbola di bawah usia 10 tahun. Anda bisa mengerti jika momen itu terjadi di menit-menit akhir, tetapi ini terjadi di 10 menit awal. Ini memalukan,” kata Scholes kepada BT Sport.

“Para pemain bertahan harus lebih baik, permainan ke depan juga bisa lebih baik. Secara defensif, mereka harus mengambil tanggung jawab. Anda harus bertahan satu lawan satu di Manchester United dan mereka tampaknya tidak mampu melakukannya.”

Scholes tidak hanya melancarkan kritik untuk lini pertahanan saja. Mantan gelandang Setan Merah tersebut juga mengkritik penampilan bomber Manchester United, Anthony Martial.

“Pergerakan dari penyerang tengah hampir tidak ada. Anthony Martial, berapa kali saya melihat ketika seorang gelandang menguasai bola, dia hanya berdiri di antara dua bek tengah dan tidak melakukan apa-apa,” imbuh Scholes.

“Saya adalah penggemar berat Martial tetapi sering kali saya melihat dia Cuma berjalan. Dia harus menyadari sebagai penyerang tengah -sesekali Anda harus bergerak jika ingin mencetak gol.”

“Anda tidak bisa hanya berjalan di depan dua bek tengah tanpa melakukan apapun,” tandas Scholes.