Buaksib.com – Mantan bintang Premier League, Carlton Palmer memberikan komentarnya terkait performa minor Paul Pogba bersama Manchester United. Menurutnya, pemain Timnas Prancis tersebut tidak mendapatkan peran yang tepat di atas lapangan karena kesalahan taktik yang digunakan oleh Ole Gunnar Solskjaer.

Paul Pogba
Paul Pogba

 

Paul Pogba memang belum pernah absen di tujuh laga perdana Premier League musim 2020/21 ini. Namun, ia bermain tiga kali dari bangku cadangan. Hal serupa juga terjadi di Liga Champions di mana ia hanya bermain sekali sebagai starter dari tiga laga yang telah dilakoni. Artinya, gelandang berusia 27 tahun tersebut sudah semakin akrab dengan bangku cadangan.

Situasi tersebut membuat spekulasi mengenai masa depan Paul Pogba kembali muncul ke permukaan. Ia dirumorkan bakal segera meninggalkan Old Trafford di musim panas tahun depan. Mantan pemain Juventus tersebut dikabarkan tidak bahagia berada di dalam skuat Manchester United musim ini.

Performa Paul Pogba

Pogba tampil mengesankan selama empat musim membela Juventus. Hal itulah yang menyebabkan Manchester United bersedia mengeluarkan dana 90 juta Pounds untuk memulangkannya ke Old Trafford. Namun, pemain jebolan akademi Setan Merah itu justru tampil kurang optimal sejak direkrut pada tahun 2016 lalu.

“Saya melihat Paul Pogba akan meninggalkan Manchester United,” ujar Carlton Palmer kepada Football FanCast dikutip Mirror.

“Mengapa dia sukses di Juventus? Nah, mereka bermain tiga di belakanga, lima di tengah, yang memungkinkan dia bermain dengan leluasa. Pergi dan lakukan apa yang harus kamu lakukan, Pogba,” katanya.

Selama memperkuat Juventus, Pogba memang mendapatkan peran yang bebas. Ia tidak perlu ikut membantu pertahanan karena ada Andrea Pirlo dan Arturo Vidal kala itu. Pogba bermain dominan di dekat kotak penalti lawan.

Namun, di era Solskjaer, ia lebih sering bermain sebagai seorang pivot. Apalagi setelah kedatangan Bruno Fernandes, ia semakin jarang dimainkan di posisi belakang penyerang.

Carlton Palmer menilai tidak tepat jika Paul Pogba menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan atas situasi ini. Sang gelandang dinilai tidak berkembang karena sistem bermain yang diterapkan Solskjaer tidak cocok dengan dirinya.

“Paul Pogba permain yang berbakat, tapi Anda tidak bisa terus menyalahkannya jika Anda tidak memainkan dan menyusun tim dengan cara yang tepat untuk Pogba,” ujar Palmer.

“Dia [Solskjaer] tidak bisa terus-menerus menyalahkan Pogba karena itu bukan permainan yang sesuai dengan gayanya,” tutup Palmer.

Masa depan Paul Pogba akan terus menjadi isu panas sampai bursa transfer dibuka kembali. Sejauh ini ada dua klub raksasa Eropa yang meminati tanda tangannya, yakni Real Madrid dan Juventus.