Buaksib.com – Dua dari trisula Liverpool, Sadio Mane dan Mohamed Salah, sebelumnya terlibat sebuah friksi pada laga melawan Burnley (31/8/2019) lalu. Pemandangan yang kurang mengenakan pun tersaji pada laga terbaru The Reds kontra Newcastle United akhir pekan lalu.

Mohamed Salah dan Sadio Mane dikabarkan belum sepenuhnya akur
Mohamed Salah dan Sadio Mane

 

Selain kekokohan lini belakang yang dikawal Virgil van Dijk, kesuksesan Liverpool musim lalu tak lepas dari tajamnya lini depan mereka. The Reds memiliki trisula yang cukup ditakuti lini belakang lawan. Mereka adalah Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah.

Ketiga pemain tersebut menjadi mesin gol bagi Liverpool dan berhasil membantu Liverpool meraih trofi Liga Champions musim lalu. Namun, hubungan antara Mohamed Salah dan Sadio Mane dikabarkan retak. Hal itu dikarenakan Mane kesal terhadap sikap Salah yang tidak memberikan umpan kepadanya pada laga kontra Burnley.

Akhir pekan lalu, setelah kabar retaknya hubungan mereka mencuat, Liverpool kembali berlaga kontra Newcastle United. Salah dan Mane kembali dipasang menjadi starter menghadapi The Magpies. Hasilnya, The Reds kembali berhasil meraih tiga poin setelah menang dengan skor 3-1 (14/9/2019).

Hubungan Sadio Mane dan Mohamed Salah

Lantas, bagaimana hubungan antara Sadio Mane dan Mohamed Salah yang sebelumnya dikabarkan retak? Jika berkaca pada laga kontra Newcastle United, kedua pemain tersebut sebenarnya mampu tampil baik. Bahkan kedua pemain ini mampu mencetak gol, Sadio Mane mencetak dua gol sementara Mohamed Salah menyumbang satu gol.

Menurut jurnalis BBC Sport, Tom Rostance, kedua pemain tersebut bahagia bermain di Anfield.

“Satu hal yang pasti, mereka berdua bahagia bermain di Anfield,” kata Tom Rostance.

Meski begitu, Tom menilai bahwa belum ada kerjasama yang padu antara kedua pemain ini. Sepanjang laga menghadapi Newcastle, antara Salah dan Mane hanya mencatatkan satu kali umpan. “Keduanya cenderung tidak melebur dengan baik,” ujar Tom Rostance.

Menurut Tom, Liverpool beruntung memiliki pemain seperti Roberto Firmino. Ia mampu menjadi penghubung yang baik untuk Salah dan Mane setelah masuk menggantikan Divock Origi. Firmino sebenarnya tidak berada dalam kondisi 100% fit setelah membela timnas Brasil. Namun, kehadiran pemain pemain berusia 27 tahun tersebut dirasa perlu oleh Jurgen Klopp.

“Mereka membutuhkan penghubung di tengah. Untungnya mereka memiliki pemain cemerlang (Firmino). Dia menyelesaikan alga dengan empat kali melepas umpan kunci,” kata Tom Rostance.

Setelah Firmino masuk, hal tersebut terbukti. Permainan Liverpool menjadi lebih cair dan serangan yang dibangun The Reds memiliki lebih banyak opsi.