Buaksib.com – Pemain bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, membagikan kisah perjalanannya, termasuk pada saat pergi ke Lisbon di usia yang masih sangat muda.

Rekam Jejak Perjalanan Karir Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo.

 

Ronaldo sendiri dikenal sebagai salah satu pemain terbaik yang menjalani karir di sepak bola profesional. Capaian gelar di level klub, negara, dan individual bisa membuktikan jika dirinya pantas menyandang gelar itu.

Tak hanya itu, hingga kini Ronaldo diketahui sudah menorehkan 757 gol sepanjang karir sepak bola profesionalnya. Itu adalah sebuah catatan luar biasa untuk seorang pemain sepakbola.

 

Cristiano Ronaldo kemudian mencoba mengenang kembali kisahnya saat pertama kali bermain sepak bola kepada petinju Gennady Golovkin.

“Saya lahir di pulau Madeira, dan saat saya berusia 11 tahun, Sporting CP datang untuk berbicara dengan orang tua saya,” ucap Ronaldo.

“Mereka mengatakan kepada orang tua saya bahwa mereka tertarik pada saya, tetapi saya harus pergi untuk tinggal di Lisbon. Meninggalkan keluarga adalah hal paling berat yang pernah saya lakukan dalam hidup saya. Saat-saat paling berat adalah ketika saya pindah ke Lisbon dan saat saya kehilangan ayah saya,” sambungnya.

“Saya rasa, memiliki emosi itu bagus. Saya tidak menyembunyikan siapa saya. Orang mengatakan pria tidak akan menangis, namun siapa bilang pria tidak menangis? Kita semua punya perasaan dan emosi dan kita harus mengungkapkannya,” serunya.

Tekad Cristiano Ronaldo

“Pada musim panas lalu, saya mengobrol dengan Anthony Joshua [petinju],” beber Ronaldo.

“Pada usia 33 tahun Anda mulai berpikir jika kaki Anda akan mulai lelah. Saya ingin tetap berada dalam bidang olahraga, dalam sepak bola. Orang-orang akan melihat saya dan berkata: ‘Cristiano adalah pemain luar biasa tetapi sekarang dia sudah lambat’. Saya tidak menginginkan hal itu,” jelasnya.

Agar bisa mencapai tingkat kebugaran maksimal di usia yang sudah cukup berumur, Cristiano Ronaldo harus melakukan pengorbanan besar. Khususnya adalah soal gaya hidup.

“Anda dapat mengubah tubuh Anda secara drastis, namun ternyata masalahnya bukanlah hal itu. Itu tergantung pada pola pikir Anda, motivasi Anda dan pengalaman yang Anda miliki, yang menurut saya adalah hal yang paling kompleks,” tutur Ronaldo.

“Dalam olahraga, Anda bisa berubah menjadi dewasa. Lihatlah [Roger] Federer di tenis; dia berusia 37 atau 38 tahun dan dia masih berada di puncaknya, dan ada beberapa di olahraga tinju juga,” tambahnya.

“Saya berkorban menjadi yang terbaik di dunia, tapi yang terpenting adalah, saya adalah menjadi orang baik,” pungkas Ronaldo.