Buaksib.com – Real Madrid kembali dilanda dilema setelah sang pelatih mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Zinedine Zidane secara terbuka mengatakan kepada media bahwa ia tak ingin lama menduduki kursi pelatih di Real Madrid. Pelatih 47 tahun tersebut mengisyaratkan bahwa posisinya saat ini bisa saja tergantikan kapan saja.

Real Madrid memberikan tanda tidak ingin menggunakan jasa Zinedine Zidane terlalu lama karena performa Los Blancos yang naik turun di bawah kepemimpinannya
Zinedine Zidane

Performa Naik Turun Zinedine Zidane

Pihak Real Madrid sendiri juga memberikan tanda bahwa mereka tidak ingin menggunakan jasa Zidane terlalu lama. Hal tersebut disebabkan karena performa Los Blancos yang naik turun di bawah kepemimpinan Zidane musim ini.

Posisi Zidane tidak aman meski sempat mengangkat level permainan Real Madrid yang anjlok di awal musim. Kekalahan atas Real Betis di semifinal Copa Del Rey dan dianggap manajemen Real madrid sebagai kegagalan yang cukup fatal. Ditambah lagi kekalahan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions atas Manchester City membuat masa depan Zidane semakin suram.

Untuk itu, manajemen Real Madrid saat ini tengah mempertimbangkan 2 kandidat yang akan menggantikan Zidane sebagai pelatih kepala. Mereka adalah Massimiliano Allegri dan  Mauricio Pochetino. Kedua nama tersebut dinilai sosok yang tepat sebagai penerus kejayaan Real Madrid musim depan.

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri saat ini sedang menganggur dan tidak menangani klub mana pun. Klub terakhir yang ditanganinya adalah Juventus pada tahun 2014 hingga 2019.

Allegri dinilai sebagai salah satu pelatih tersukses di negara asalnya, Italia. Ia berhasil merengkuh scudetto pertamanya bersama AC Milan pada musim 2010/2011.

Kegemilangan Allegri sebagai juru taktik berlanjut ketika hijrah ke Juventus pada tahun 2014. Bersama Si Nyonya Tua, Allegri berhasil memberikan 5 scudetto secara beruntun selama 5 tahun masa baktinya. Tak hanya itu, ia juga mempersembahkan 4 gelar Copa Italia, 2 gelar Supercopa Italia, dan runner-up Liga Champions tahun 2015.

Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino mungkin belakangan dikenal sebagai mantan pelatih Tottenham Hotspur. Namun jauh sebelum itu, Pochettino merupakan seorang pesepakbola berbakat yang namanya cukup terkenal di Spanyol.

Pria kelahiran 2 Maret 1972 tersebut sempat membela Espanyol selama 2 musim di penghujung karier sepak bola profesionalnya. Tak lama setelah itu, Pochettino ditunjuk sebagai pelatih tim utama Espanyol pada tahun 2009 hingga 2012.

Setelah itu, ia merantau ke Inggris untuk menangani Southampton dan Tottenham Hotspur. Lima musim bersama Spurs merupakan masa kejayaan Pochettino sebagai pelatih. Sejumlah nama hebat lahir dari klub London Utara tersebut.

Ia dianggap sebagai pelatih hebat karena mampu mengubah wajah Spurs dari klub antah-berantah menjadi salah satu raksasa eropa. Pencapaian terbesarnya tentu adalah juara 2 Liga Champions yang diraihnya pada 2019 lalu.

Target Tinggi Real Madrid

Manajemen Real Madrid ingin kejayaan beberapa tahun lalu kembali terjadi musim depan. Dengan segudang prestasi yang dimiliki keduanya, Allegri dan Pochettino dianggap sebagai orang yang tepat bagi Madrid untuk kembali mendulang prestasi.

Mereka menuntut pelatih baru tersebut untuk memenangkan gelar La Liga di musim pertamanya bekerja. Tak hanya itu, manajemen El Real meminta pelatih baru mereka kembali membawa trofi Liga Champions ke Santiago Bernabeu.

Sejauh ini, sejumlah fans Real Madrid lebih condong kepada Pochettino sebagai suksesor Zidane. Pengalamannya selama bertahun-tahun berkecimpung di La Liga membuat para fans percaya dengan pelatih 48 tahun tersebut. Kemampuannya dalam menilai potensi pemain muda juga diharapkan mampu menumbuhkan bakat-bakat muda yang dimiliki Los Blancos.