Buaksib.comChelsea masih berupaya untuk membujuk Raphinha bergabung ke Stamford Bridge. Pembicaraan sudah memasuki tahap akhir dan pemain asal Brasil itu berpotensi jadi rekrutan pertama The Blues di era Todd Boehly.

Raphinha 2022
Raphinha

 

Pemain berusia 25 tahun tersebut menjadi salah satu properti panas di bursa transfer tahun ini. Ia sukses tampil apik di musim 2021/22 kemarin dan berhasil menghindarkan Leeds United dari jurang degradasi.

Sejauh ini ada beberapa klub yang santer dikaitkan dengannya, salah satunya ialah FC Barcelona. Tapi mahar transfer yang dipatok Leeds United terlalu tinggi bagi Blaugrana sehingga mereka mengurungkan niat tersebut. Arsenal sempat disebut sebagai tim terdepan untuk mendapatkan sang winger.

Tapi, menurut laporan The Sun, Chelsea lah yang punya peluang terbesar untuk mendapatkan Raphinha. Hal ini dikarenakan tawaran senilai 55 juta Pounds yang diajukan The Blues telah diterima oleh Leeds United.

Raphinha Segera Gabung Chelsea

Laporan The Sun mengklaim bahwa transfer ini dapat diselesaikan dalam 48 jam ke depan. Kendati demikian, sang pemain masih perlu mendiskusikan persyaratan pribadi dengan Chelsea.

Sejak tiba di Yorkshire pada tahun 2020, Raphinha telah memainkan peran kunci di Leeds United. Ia sukses mengemas 17 gol dari 66 penampilan di semua kompetisi. Performa apiknya membuat ia menjadi rebutan beberapa klub top Eropa seperti Barcelona, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.

Pesona Raphinha benar-benar bikin deretan raksasa Eropa kepincut. Maklum, pemain berusia 25 tahun itu punya kualitas yang menawan.

Jurnalis asal Italia sekaligus pakar bursa transfer Eropa, Fabrizio Romano, mengatakan Barcelona telah sepakat secara pribadi dengan Raphinha.

Namun, negosiasi El Barca dengan Leeds United masih berjalan alot. Leeds United dikabarkan memasang banderol Raphinha minimal seharga 65 juta pounds atau setara dengan Rp1,1 miliar.

Mantan pemain Rennes itu akan diproyeksikan oleh Chelsea sebagai pengganti Timo Werner. Pemain asal Jerman itu kabarnya sedang berupaya cabut dari Stamford Bridge karena gagal mencapai performa terbaiknya di bawah asuhan Thomas Tuchel.