Buaksib.com – Belakangan ini, kondisi di ruang ganti Barcelona sepertinya tengah memanas. Hal ini diakibatkan oleh adanya perseteruan sang pelatih dengan salah satu pemain Blaugrana. Hubungan Ernesto Valverde dengan Ivan Rakitic kabarnya sedang tidak akur. Keduanya diisukan berselisih paham mengenai menit bermain yang didapat sang pemain belakangan ini.

Hubungan Ernesto Valverde dengan Ivan Rakitic kabarnya sedang tidak akur. Keduanya diisukan berselisih paham mengenai menit bermain yang didapat sang pemain belakangan ini.
Ivan Rakitic

Merasa Terpinggirkan Ketika Mencapai Puncak Karirnya

Dalam beberapa hari terakhir, rumor renggangnya hubungan Ivan Rakitic dengan sang pelatih Ernesto Valverde semakin beredar luas. Rumor itu sepertinya diamini oleh gelandang Kroasia tersebut. Ia membenarkan adanya konflik antara dirinya dengan Valverde. Pemain berusia 31 tahun ini kabarnya mengeluh soal jarangnya ia bermain belakangan ini.

Rakitic sendiri mungkin bisa meredakan situasi tersebut di Barcelona. Namun, jika ia merubahnya, Rakitic mungkin akan memilih cara yang salah. Ya, dia mungkin lebih memilih hengkang dari Camp Nou ketimbang menambah panjang perseteruannya dengan Valverde.

Pada sebuah kesempatan, Rakitic diundang sebagai bintang tamu dalam sebuah acara televisi yang bejudul ‘Universo Valdano’. Acara tersebut dipandu oleh mantan pelatih Real Madrid, Jorge Valdano. Program TV tersebut memang sering mendatangkan aktor-aktor lapangan hijau dari seluruh dunia.

Ketika berbincang dengan Rakitic, Jorge Valdano memberikan beberapa poin pembicaraan. Salah satunya adalah pembicaraan terkait hubungan sang pemain dengan Ernesto Valverde. Rakitic mempertanyakan alasan sang pelatih Blaugrana meyisihkannya saat ia menjalni momen terbaik dalam karir profesional.

Rakitic berkata, “Saya dapat menmahami dan bahkan menghormati keputusan pelatih kami. Sepanjang lima tahun terakhir, saya telah berkontribusi cukup banyak kepada tim. Dan saya ingin terus menikmatinya. Saat ini, saya berusia 31 tahun, bukan 38 tahun. Saya merasa bahwa saya berada pada tingkatan terbaik dalam hidup saya.”

Rakitic Kecewa dengan Blaugrana

Ia sebenarnya terlihat bisa menghormati keputusan sang pelatih. Namun, nampaknya ia tak bisa menyembunyikan perasaannya ketika ditanya tentang apa alasan utama yang menyebabkan dirinya dipinggirkan. Selain itu, ia juga tak bisa menyembunyikan perasaannya ketika ditanya apa reaksinya ketika terpinggir dari skuad.

“Kita ibaratkan begini, bagaimana perasaan putri saya ketika seseorang merebut salah satu mainannya?” Kata Rakitic. “Pasti sedih. Saya juga merasakan perasaan yang sama. Mereka mengambil bola itu dari saya, dan saya merasa sedih karenanya.”

Dalam sesi wawancara tersebut, Rakitic sepertinya sudah mengungkapkan perasaannya. Dia membantah kalau menunjukkan kesedihannya itu akan membuatnya menambah masalah dengan klub.

“Saya suka mengungkapkan perasaan saya. Ketika tiba saatnya menangis, tentu aku akan menangis. Saat tiba waktunya bergembira, maka aku akan gembira dan merayakannya.” Ujarnya, menyimpulkan situasinya saat itu.

Jika melihat pembicaraan tersebut, maka dapat disimpulkan kalau dirinya merasa sudah tak dihargai lagi di Camp Nou. Di satu sisi, hal ini bisa menambah panjang perseteruannya dengan sang pelatih maupun dengan klub. Namun, di sisi lain, hal ini juga bisa membuat Barca setidaknya akan berpikir untuk mulai memberinya menit bermain agar merasa betah di Catalan.