Buaksib.com – Bek kanan Inggris, Kieran Trippier menjadi salah satu bukti bahwa Inggris masih memiliki sejumlah pemain berbakat. Kini, ia memang telah bergabung dengan Atletico Madrid dan telah meninggalkan klub lamanya, Tottenham Hotspur. Namun, beberapa waktu lalu, Trippier beberkan satu rahasia yang tak diketahui orang terkait proses kepindahannya.

Kieran Trippier beberkan satu rahasia yang tak diketahui orang terkait proses kepindahannya dari Tottenham Hotspur ke Atletico Madrid
Kieran Trippier

Alasan Atletico Tertarik pada Kieran Trippier

Musim lalu, Tottenham Hotspur sukses menjadi salah satu tim yang cukup diperhitungkan, terutama di kompetisi Eropa. Di bawah asuhan Mauricio Pochettino, Spurs nyaris menjuarai Liga Champions musim 2018/2019. Sayang, di partai final, mereka harus tunduk oleh rival senegara, Liverpool.

Selain sosok pelatih, kesuksesan Spurs di musim lalu juga tak lepas dari kegemilangan para pemainnya. Salah satu pemain yang cukup bersinar di musim lalu adalah Kieran Trippier. Permainan apiknya bersama Spurs di musim lalu sukses mencuri perhatian klub-klub terkenal Eropa. Tak terkecuali Atletico Madrid.

Pemain berusia 29 tahun tersebut bukan hanya sukses ketika memperkuat timnya, Spurs. Ia juga berhasil tampil gemilang bersama timnas Inggris dalam gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia. Kesuksesannya bersama klub serta skuad Tiga Singa inilah yang membuat Atletico semakin berhasrat untuk mendatangkannya.

Kecewa Atas Perlakuan Spurs

Setelah melalui serangkaian proses negosiasi, Trippier akhirnya mau bergabung dengan klub asal ibukota Spanyol dan datang dengan mahar 20 juta poundsterling. Meski begitu, proses transfer pemain berpaspor Inggris ini tak selamanya berjalan menyenangkan. Trippier, beberapa waktu lalu mengungkapkan sendiri rahasia di balik proses transfernya ke Atletico.

Menurut penuturan Trippier, saat itu ia sejatinya belum memikirkan untuk bergabung dengan klub yang bermarkas di Wanda Metropolitano tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa Spurs tak memberinya pilihan lain. Trippier menyatakan bahwa Spurs tak berani menjamin masa depannya.

Sejatinya, saat itu, Trippier sempat berpikir bahwa ia masih bisa bertahan di London, meski Spurs tak berani menjamin masa depannya. Namun, ia merasa agak kecewa atas perlakuan manajemen terhadap dirinya. Trippier mengatakan bahwa jelang kepindahannya, pihak Spurs telah berusaha menawarkan jasanya kepada klub lain tanpa sepengetahuan dirinya.

Dalam sesi wawancara yang dimuat di sebuah kanal podcast, ia memberitahu bahwa ia telah berbicara lebih dulu kepada pelatih dan CEO Spurs terkait masa depannya. “Yah, saya sempat mengunjungi ruangannya (Pochettino). Saya bertanya padanya bahwa saya punya peluang bergabung dengan Atlético Madrid.”

“Jika saya masih menjadi bagian dalam taktiknya, maka saya akan tinggal. Dia tak memberi saya jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’. Jadi, sebagai pemain, kau pasti akan berpikir, baiklah, tidak apa-apa. Kemudian saya bertemu CEO dan memberitahu hal yang sama. Saya bertanya apakah saya masih menjadi bagian dalam taktik tim di masa depan?”

“Saat itu, saya katakan, ’Jika saya masih menjadi bagian tim, tak masalah. Tapi, saya melihat peluang besar bergabung dengan Atlético Madrid’. Saya pikir saya ingin bertahan, tapi sekitar bulan Maret atau April, saya dengar bahwa mereka ingin menjual saya. Mereka menawarkan saya ke klub lain.”