Buaksib.com –  Pemain bintang Juventus, Cristiano Ronaldo sedang dalam kondisi bugar. Cidera lutut yang di deritanya kini sudah pulih 100 % sehingga ia dapat menampilkan performa maksimal kata pelatih Juventus, Maurizio Sarri.

Pulih dari Cedera Lutut, Cristiano Ronaldo Bisa Tampil Maksimal
Cristiano Ronaldo.

 

Delapan gol sudah ia cetak dari lima laga terakhir di ajang Serie A. Ini menunjukkan bahwa ia sedang dalam performa terbaik.

Kala Si Nyonya Tua melawan Cagliari, CR 7 menyumbang 3 gol. Ia membawa Juventus menang 4-0 tanpa balas.

Hal ini berarti baik, karena pada November 2019 lalu. Ia tidak mencetak gol di tiga laga yang dilakoninya. Itu merupakan masa sulit bagi seorang pemain bintang.

Bahkan ia digantikan dalam dua laga, karena cidera pada lututnya.

Masalah pada Lutut Cristiano Ronaldo Sudah Selesai

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri lalu memberikan penjelasan bahwa masalah CR 7 dengan lututnya sudah selesai. Ronaldo sudah dapat bermain tanpa kendala lagi.

Sarri mengatakan jika sekarang Ronaldo sudah dapat tersenyum lebar. Ia juga ikut senang karena anak asuhnya sudah kembali di performa terbaiknya.

“Ronaldo tidak memiliki masalah dengan lututnya dan sekarang ia menikmati kondisi fisik dan mentalnya yang hebat,” ucap Sarri seperti dilansir Goal International.

“Akhirnya saya bisa melihatnya benar-benar bahagia karena lututnya baik-baik saja. Ia bisa bermain sebaik mungkin sekarang,” ujarnya.

Masalah Cidera Pada De Ligt

Masalah cidera tidak hanya menimpa Ronaldo. Bek Juventus, Matthijs De Ligt juga bermasalah dengan cidera. Belakangan ini ia tidak dimainkan oleh Maurizio Sarri.

Seperti saat Juventus melawan Cagliari, De Ligt ada di bangku cadangan tapi ia tidak dimainkan oleh Sarri.

De Ligt belum mampu menampilkan performa terbaiknya, tetapi Sarri meyakini jika bek asal Belanda itu akan tumbuh dan berkembang menjadi salah satu bek terbaik di dunia.

“Situasi De Ligt sangat jelas: saya yakin ia akan menjadi salah satu yang terbaik – atau mungkin yang terbaik – defender di dunia,” tambah Sarri.

“Kami perlu memahami bahwa ia baru berusia 19 tahun datang ke klub seperti Juventus dan dipaksa bermain 23 pertandingan berturut-turut.”

“Ia perlu belajar bahasa baru dan teknik latihan baru. Di Italia ia harus mengubah cara bermain dan gaya hidupnya. Ia memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Ia banyak berkembang, kemudian ia menglaami sedikit cedera. Tapi itu normal.”

Seperti yang diketahui, Juventus sekarang berada di posisi runner up klasemen sementara Serie A. Sinyonya Tua mengoleksi 45 poin dari 18 pertandingan. Laga terdekat Juventus akan melawan AS Roma di Olimpico pada 13 Januari 2020 mendatang.