Buaksib.comTimnas Indonesia U-23 sudah menyelesaikan pemusatan Latihan (TC) di Korea Selatan. Menurut pemain kawakan, Farchruddin Aryanto, saat ini Tim Merah Putih punya rasa pede yang tinggi untuk meraih emas di SEA Games 2021.

Shin Tae-yong Masih Punya Banyak PR untuk Timnas Indonesia
Shin Tae-yong.

 

Timnas U-23 sendiri merampungkan pemusatan Latihan di Korea Selatan pada, Rabu (27/4/2022). Di hari terakhir, tim anak asuh Shin Tae-yong tersebut melakukan laga uji coba kontra Daejeon Hana Citizen.

Namun sayang, Timnas Indonesia U-23 kalah dengan skor 2-3 dari Daejenon Hana. Meski begitu, Fachruddin mengklaim jika kekalahan itu memberi pelajaran bagus agar bisa membanhi kekurangan yang masih ada.

“Mungkin ini jadi pelajaran berharga bagi saya dan teman-teman sebelum ke SEA Games. Mudah-mudahan kami lebih bagus lagi saat di SEA Games nanti,” ucap Fachruddin Aryanto.

“Kami sama-sama satu suara harus dapat medali emas untuk dibawa pulang ke Tanah Air. Kali ini kami dapat lawan bagus, jadi banyak yang harus diperbaiki mulai koordinasi maupun dasar passing dan kontrol bola,” seru pemain berumur 33 tahun tersebut.

Dilihat keseluruhan, Timnas U-23 mengalami dua kekalahan dan satu kali menang dari tiga pertnadingan uji coba di Korea Selatan. Tim Merah Putih dijadwalkan Kembali ke Indonesia pada, Jumat (29/4/2022).

Kecewa dengan Timnas Indonesia U-23

Pelatih Timnas U-23, Shin Tae-yong, merasa kecewa usai anak asuhnya kalah 2-3 dari Daejeon Hana Citizen. Menurt sang pelatih, Tim Merah Putih saat ini masih punya banyak hal yang perlu dibenahi.

“Secara fisik memang menjadi baik, akan tetapi isi pertandingan sangat tidak puas. Secara mental menurun. Mungkin ini karena uji coba terakhir dalam training camp,” ucap Shin Tae-yong.

Para pemain Timnas Indonesia U-23 diklaim masih sering salah dalam mengambil keputusan. Hal ini diklaim sang pelatih menjadi PR yang harus serius diperbaiki menjelang SEA Games 2021.

“Saya tegaskan kepada pemain harus selalu melihat situasi sebelum mendapat bola, prediksi, dan antisipasi. Maksudnya lawan memegang bola, para pemain harus prediksi datang dan ambil bola dari lawan. Itu harapan saya,” tutur pelatih kelahiran Korea Selatan tersebut.