Buaksib.com – PSSI memutuskan untuk meneruskan kasus salah satu klub Liga 2 2021, Perserang Serang, ke jalur hukum. Pasalnya, klub yang berada di Grup B tersebut terlibat kasus dugaan pengaturan skor pertandingan.

PSSI Laporkan Kasus Pengaturan ke Poda Metro Jaya

 

Induk sepak bola Indonesia tersebut melaporkan dugaan match fixing yang melibatkan Perserang ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut sendiri dikirimkan pada, Kamis (4/11/2021).

PSSI sengaja melanjutkan kasus ini ke Kepolisian karena ada dugaan keterlibatan dari pihak diluar klub. Maka dari itu, jalan yang paling tepat untuk dilalui adalah melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

“Setelah Komite Disiplin PSSI memutuskan hukuman kepada pemain Perserang kami juga menindaklanjuti ini dengan melaporkan kepada pihak yang berwenang yakni Polri (Polda Metro Jaya),” ucap Mochamad Iriawan, di Kantor PSSI.

Alasan PSSI Laporkan ke Polisi

Sosok yang sering dipanggil Iwan Bule tersebut melanjutkan, pihaknya memutuskan untuk melibatkan Kepolisian agar bisa tahu dengan jelas siapa sosok dibalik kasus ini. Sebab, mereka mendapat laporan jika ada pihak lain yang menghubungi pemain Perserang lewat nomor rahasia.

“Laporan ini kami lakukan agar kami bisa mengetahui secara detail siapa pihak luar yang menghubungi pemain. Apalagi pihak luar tersebut menghubungi memakai private number,” tutur Iwan Bule.

“Kami dengan Polri saat ini sudah melakukan perjanjian kerja sama pada 22 Juli 2021 tentang penerbitan rekomendasi dan/atau pemberian izin bantuan pengamanan, penegakan hukum, kesehatan, dan hubungan luar negeri dalam kegiatan PSSI,” tambahnya.

Terakhir, Komisi Disiplin resmi memberi sanksi kepada lima pemain yang diduga terlibat pengaturan skor. Jenis sanksi juga bervariasi, mulai dari yang paling berat hingga yang ringan.

Hukuman tersebut diberikan setelah Komdis PSSI melakukan sidang selama tiga hari pada 1-3 November kemarin.