Buaksib.comPSIS Semarang kini sudah resmi pulang kampung ke Semarang setelah selama dua musim mereka tak memiliki kendang untuk bermain. Tim yang punya nama julukan Laskar Mahesa Jenar tersebut memperkenalkan Stadion Citarum untuk menjadi pusat kegiatan klubnya.

PSIS Berkantor di Stadion Citarum Setelah Pulang Kampung
Pemain PSIS Semarang.

 

Stadion yang diketahui menggunakan rumput yang berstandar FIFA tersebut akan menjadi tempat latihan Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan. Selain itu, kegiatan manjemen PSIS juga akan berpusat di stadion tersebut.

“Tadi pagi secara resmi saya perkenalkan stadion Citarum dan kantor baru PSIS yang juga berada di sana,” kata CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara, Senin (27/1/2020).

Pada waktu sebelumnya, PSIS sempat menjadi musafir di  musim 2018 hingga musim 2019. Klub yang berasal dari Ibukota Jawa Tengah tersebut memilih Stadion Moch Soebroto, Magelang untuk pusat kegiatannya karena Stadion Jatidiri sedang direnovasi.

Stadion Jatidiri Jadi Pilihan Utama PSIS Semarang

Namun, meskipun Stadion Citarum akan menjadi pusat kegiatan tim ataupun manajemen, stadion Jatidiri akan tetap menjadi pilihan utama yang akan diajukan.

“Yang kita daftarkan ke PT Liga Indonesia Baru, stadion utama tetap Stadion Jatidiri,” Yoyok menambahkan.

Namun, beberapa nama stadion akan tetap diajukan sebagai antisipasi, seperti Stadion Kebondalem, Kendal, Stadion Moch Soebroto dan beberapa stadion lainnya.

“Verifikasi tentu saja akan kita ajukan setelah semuanya siap untuk diverifikasi,” tegas anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut.

Resmi Datangkan Pemain Anyar

Disisi lain, kini PSIS Semarang resmi mendatangkan Fandi Eko Utomo. Pemain yang pernah membela Persebaya tersebut dicomot untuk menambah kekuatan di lini tengah Laskar Mahesa Jenar di liga 1 musim 2020.

Alamsyah Satyanegara Sukawijaya juga menambahkan jika Fandi Eko adalah tipe pemain yang dibutuhkan oleh mereka. Apalagi untuk memperkaya pilihan di lini tengah PSIS Semarang.

“Kita rekrut Fandi Eko karena kita ingin pilihan pemain di lini tengah lebih bervariasi. Selain itu lebih banyak saingan untuk merebut line up di situ,” ucap pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi, Selasa (28/1/2020).

“Dia tipikalnya pemain tengah yang cenderung menyerang ya, gelandang serang, supaya lebih bervariasi cara mainnya dan pelatih bisa punya banyak pilihan,” tambahnya.

Yoyok juga menambahkan, Fandi Eko didaratkan setelah manajemen membangun komunikasi cukup lama dengan sang pemain.

“Sudah cukup lama komunikasi, tapi kan kita tunggu rekomendasi dari pelatih,” tandas anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut