Buaksib.comEl Classico jilid 2 musim 2019/2020 telah berlangsung di Estadio Santiago Bernabeu, Senin (2/3) kemarin. Real Madrid sukses menumbangkan Barcelona dan juga menggusur rival abadinya tersebut dari puncak klasemen La Liga.

Salah satu kunci kemenangan Real Madrid atas Barcelona pada laga El Clasico senin (2/3) kemarin adalah dengan melakukan pressing ketat
Penjaga gawang Real Madrid Thibaut Courtois menghadang bola dari pemain Barcelona Arthur Melo

Kemenangan Los Blancos tidak datang begitu saja. Salah satu upaya mereka untuk dapat menguasai pertandingan adalah dengan melakukan pressing ketat. Hasilnya, Real Madrid berhasil mencetak 2 gol kemenangan tanpa mampu dibalas oleh sang lawan.

Barcelona Tak Mampu Kuasai Bola

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, sadar bahwa para pemain Barcelona memiliki skill individu yang lebih baik ketimbang anak asuhnya. Oleh sebab itu, mantan gelandang Timnas Perancis tersebut mencoba mencari cara yang tepat untuk meredam permainan individu lawan.

Sejak menit pertama, para pemain Real Madrid melakukan tekanan secara intensif kepada setiap pemain lawan yang membawa bola. hal ini membuat anak asuh Quique Setien kesulitan mengembangkan permainan.

Salah satu punggawa Barcelona, Sergio Busquets, mengaku bahwa Ia dan rekan-rekannya sangat kesulitan untuk sekedar menguasai bola selama beberapa detik. Ia mengaku langsung mendapat kawalan ketat dari pemain lawan sesaat setelah menerima bola.

Busquets juga menilai tekanan tinggi dari Real Madrid membuat aliran bola dari belakang tidak sampai ke lini depan. Ia dan rekannya terpaksa memberikan bola kembali ke belakang ketika mendapat kawalan ketat dari Toni Kroos dan kawan-kawan.

Hal tersebut membuat permainan Barcelona tidak berjalan sesuai rencana. Pressing ketat dan cepat yang diterapkan oleh lawan juga tidak memberikan kesempatan para pemain Barcelona untuk berpikir.

Kawalan Beregu

Selain pressing ketat yang diterapkan kepada setiap pemain lawan, Zidane juga menginstruksikan anak asuhnya untuk mengawal Lionel Messi secara kolektif. Zidane menilai Messi adalah kunci permainan Barcelona.

Penyerang lincah asal Argentina itu mampu bertindak sebagai playmaker ataupun striker. Untuk itu, Zidane meminta Sergio Ramos dan rekannya di belakang untuk mewaspadai setiap pergerakan Lionel Messi.

Taktik tersebut terbukti sangat efektif. Messi hanya mampu bergerak lincah di lapangan tengah. Ia tak mampu menembus barisan pertahanan Real Madrid dan juga hanya menciptakan beberapa peluang ke gawang Thibaut Courtois. Para pemain belakang Real Madrid langsung menyerbu Messi begitu dia masuk ke area sepertiga lapangan terakhir.

Sepanjang pertandingan, Messi tercatat hanya mampu melepas 3 tembakan ke gawang Real Madrid dimana 2 diantaranya tepat sasaran. Akurasi umpan dari La Pulga juga terbilang buruk di laga ini. Ia hanya berhasil mengirim 1 umpan silang sukses dari 7 kali percobaan.

Kesalahan Sendiri

Faktor lain yang berpengaruh pada buruknya performa Barcelona di laga El Classico kemarin adalah kesalahan individual. Tekanan tinggi dari pemain lawan membuat para punggawa Blaugrana melakukan banyak kesalahan. Mereka gagal menguasai bola dan tidak mampu mengirimkan umpan dengan baik.

Apalagi dengan hadirnya gol pertama dari Vinicius Junior yang membuat mental Lionel Messi dan kawan-kawan semakin anjlok. Hingga akhir pertandingan, Barcelona gagal keluar dari tekanan para pemain lawan dan harus menyerah dengan skor 0-2.