Buaksib.com – Isu virus Corona COVID-19 kini tengah menjadi permasalahan yang begitu ditakuti oleh warga dunia. Bukan hanya berdampak pada kesehatan, virus ini juga ikut melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, termasuk olahraga. Sepakbola yang menjadi olahraga paling digemari pun ikut terdampak oleh virus yang disebut berasal dari Wuhan, China ini. Begitu juga La Liga.

La Liga sepertinya harus kehilangan banyak pemasukan jika penundaan bergulirnya kompetisi ini akan berjalan semakin panjang
La Liga berpotensi mengalami kerugian besar

La Liga Terancam Rugi Hingga Triliunan Rupiah

Federasi Sepakbola Spanyol saat ini telah memutuskan untuk menunda seluruh pertandingan divisi pertama Negeri Matador, alias La Liga. Divisi ke-2 juga ikut mengalami penundaan karena permasalahan Corona yang makin bertambah parah di Eropa ini. Keputusan ini jelas akan berdampak cukup buruk bagi pihak penyelenggara, terutama dari segi finansial.

Seperti yang kita ketahui, sepakbola, kini sudah bukan hanya sebuah pertandingan olahraga saja. Sepakbola telah menjelma menjadi sarana bisnis yang cukup menguntungkan. Miliaran hingga triliunan rupiah berputar setiap kali pertandingan diadakan. Namun, semuanya seakan menghilang dengan adanya penundaan karena kasus Corona ini.

Sejauh ini, kasta tertinggi La Liga Primera telah memainkan total 27 pertandingan. Sedangkan divisi ke-2, La Liga Segunda sudah melangsungkan 31 pertandingan. Ini artinya, kedua divisi sepakbola Spanyol ini masih memiliki sebelas laga tersisa. Dengan adanya penundaan, penyelenggara akan mengalami kerugian dalam jumlah yang cukup besar.

La Liga sepertinya harus kehilangan banyak pemasukan jika penundaan bergulirnya kompetisi ini akan berjalan semakin panjang. Bahkan, menurut Marca, La Liga akan kehilangan sekitar 700 juta euro atau 11,4 triliun rupiah apabila kompetisi ini dihentikan total.

Rincian Kerugian Dua Divisi Sepakbola Spanyol

Angka tersebut tentu bukan angka yang sedikit, melainkan angka yang sangat fantastis untuk kompetisi sekelas La Liga. Kerugian tersebut dikabarkan akan datang dari berbagai aspek sebuah pertandingan. Mereka juga akan kehilangan dana sebesar itu karena kehilangan dana hak siar televisi, penjualan tahunan tiket, serta penjualan tiket per pertandingan.

Di sektor hak siar, kerugian diperkirakan akan mencapai angka 494 juta euro atau sekitar 8 triliun rupiah. Dari sektor penjualan tiket tahunan, kompetisi Negeri Matador kemungkinan akan merugi hingga 78,1 juta euro atau sekitar 1,2 triliun rupiah. Sementara untuk penjualan tiket per laga, La Liga diperkirakan merugi hingga 38,8 juta euro atau 633 miliar rupiah.

Tak sampai di situ, hak siar, penjualan tiket tahunan serta penjualan tiket per laga di kasta ke-2 La Liga pun akan terganggu. Sektor hak siar masih menjadi sektor kerugian terbesar dengan 55 juta euro. Sementara sektor penjualan tiket tahunan dan per laga masing-masing menyumbang kerugian 9,9 juta euro dan 2,6 juta euro.

Kerugian yang ditimbulkan oleh penundaan pertandingan divisi teratas diperkirakan mencapai 610,9 juta euro. Sementara di kasta ke-2, kerugian ditaksir bernilai 67,5 juta euro. Jika ditotal, maka seluruh kompetisi akan mengalami kerugian mencapai 678,4 juta euro apabila kedua divisi tersebut menghentikan total kompetisi musim 2019/2020.