Buaksib.com – Otoritas sepakbola Eropa, UEFA telah memutuskan format baru untuk gelaran Liga Champions di tengah polemik European Super League (ESL). Ada beberapa perubahan yang akan diterapkan pada format baru ini nantinya.

Aleksander Ceferin Liga Champions
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin

 

Sejatinya, wacana untuk mengubah format Liga Champions bukanlah hal yang baru. Namun, pihak UEFA baru saja membuat pengumuman resmi pada Senin (19/04) malam WIB. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.

“Format yang berkembang ini akan tetap menghidupkan impian tim manapun di Eropa untuk berpartisipasi dalam Liga Champions UEFA,” ucap Ceferin.

Format Baru Liga Champions

Lalu, apa saja yang berubah dari format baru UCL ini? Simak informasinya di bawah ini.

Jumlah Kontestan

Saat ini UCL diikuti oleh 32 tim di fase grup. Format ini sudah dipakai sejak era Liga Champions dimulai. Seperti diketahui, sebelumnya era Liga Champions UEFA memakai format Piala Champions.

Berdasarkan format baru yang diumumkan Ceferin, akan ada perubahan jumlah peserta putaran final Liga Champions. Dari semula 32 tim, format baru akan menambah dua klub lagi menjadi 34 klub yang akan bersaing di fase grup.

Perubahan Sistem

Di format Liga Champions yang kini digunakan, 32 tim yang lolos ke putaran final akan dibagi menjadi delapan grup. Masing-masing grup berisikan 4 tim yang memperebutkan dua tiket ke babak 16 besar.

Pada format baru, pembagian grup akan dihilangkan. Nantinya setiap tim akan bermain setidaknya 10 pertandingan di tahap awal melawan 10 tim berbeda [lima kandang, lima tandang].

Delapan tim teratas di papan klasemen akan otomatis lolos ke babak 16 besar. Sedangkan, tim yang berada di posisi ke-9 sampai 24 akan melakoni babak play-off dengan sistem dua leg untuk memperebutkan  delapan tiket 16 besar yang tersisa.

Nasib Klub-klub ESL

 Di kesempatan yang sama, Aleksander Ceferin juga mengancam klub-klub yang tampil di European Super League tak boleh ambil bagian di UCL. Selain itu, UEFA juga meminta agar liga domestik memberi sanksi kepada klub-klub tersebut. Para pemain yang berlaga di ESL pun akan mendapat sanksi larangan membela tim nasional.

Sejauh ini belum ada sanksi yang benar-benar diterapkan UEFA kepada klub-klub tersebut. Namun, klub-klub ESL nampaknya memang tak mau ambil bagian di Liga Champions karena sejak awal tujuan ESL adalah tandingan dari UCL.