Buaksib.com – Para penggawa Timnas Indonesia yang saat ini tengah melakoni pemusatan latihan di Dubai, Uni Emirat Arab, tidak bisa makan sembarangan. Pasalnya, pola makan mereka selalu diawasi dengan ketat oleh tim pelatih.

Pola Makan Pemain Timnas Indonesia di Dubai Terus Diawasi
Timnas Indonesia sedang menjalani TC di Dubai.

 

Hal itu bertujuan agar fisik para pemain Tim Merah Putih terjaga dan selalu bugar. Ditambah lagi, selama pemusatan latihan berjalan, menu latihan yang diberikan cukup banyak dan bisa dibilang berat.

“Pola makan harus dijaga agar pemain terus dalam kondisi fit. Dengan menu latihan yang bervariasi, pemain harus tahu apa saja yang harus dimakan dengan pengawasan dari kami, dan juga staf pelatih lain.” Ucap pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dikutip dari situs resmi PSSI, Kamis (20/5/2021).

Pelatih yang pernah menangani Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut kemudian membeberkan makanan apa saja yang boleh dimakan oleh Asnawi Mangkualam dan kolega. Semua makanan yang mereka dapat selalu mengandung karbohidrat, protein, serta vitamin.

“Untuk makanan, menu wajib yakni sayur, daging, ikan, salad, buah, susu, serta roti. Semua saya cek termasuk saat pemain mengambil takaran porsi makanan,” sambung Shin Tae-yong.

Pemain Timnas Indonesia Bisa Ditegur

Lebih jauh lagi, jika ternyata nantinya ada pemain yang kepergok makan sembarangan, maka sang pelatih tidak segan untuk memarahi sang pemain. Pasalnya, hal itu bertujuan agar para pemain andalan Indonesia tersebut bisa lebih disiplin untuk menjaga pola makan.

“Apa yang saya lakukan kepada pemain itu mengingatkan dan mendidiknya bahwa untuk meningkatkan fisik dibutuhkan konsumsi makanan yang benar,” bebernya.

“Jadi, karena dia mengkonsumsi makanannya tidak benar, dan tidak tepat waktunya, maka saya tegur sedikit. Harus makan high protein agar bisa meningkatkan kondisi fisik mereka,” tambah Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Thailand pada (3/6/2021), Vietnam pada (7/6/2021), dan Uni Emirat Arab pada (11/6/2021). Tiga laga tersebut adalah laga terakhir di Grup G. Secara teori, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan sudah tidak ada peluang untuk lolos ke babak selanjutnya.