Buaksib.com – Dalam beberapa tahun terakhir, AC Milan memang sedang mengalami masa-masa sulit. Akan tetapi, tak bisa mengelak jika musim ini memang menjadi musim terburuk bagi mereka.

Piatek dan Baris Depan Terburuk AC Milan Dalam 25 tahun
AC Milan, Serie A.

 

Hingga pekan ke-13 Serie A, mereka baru berhasil mencatatkan 14 poin dari empat kali menang dan dua kali imbang. Lainnya, klub yang kini ditangani Stefano Pioli itu harus dipaksa takluk oleh lawan mainnya.

Kemenangan terakhir AC Milan sendiri diperoleh ketika menghadapi tim di zona degradasi, SPAL di awal November ini. Kemenangan itupun didapat dengan kemenangan tipis 1-0.

Akibatnya, mereka harus menerima dengan lapang dada posisinya di peringkat ke-12 klasemen sementara Serie A. bahkan pergantian pelatih sudah dilakoni setelah sebelumnya Stefano Pioli menggantikan Marco Giampaolo. Akan tetapi, hasil yang diinginkan masih juga tak terlihat.

Catatan Terburuk AC Milan Sejak 25 tahun Terakhir

AC Milan sendiri sebenarnya punya banyak kelemahan di banyak sektor. Bukan tidak mungkin jika faktor pemain yang tidak punya nama besar menjadi pengaruh performa Milan di musim ini.

Akan tetapi, satu bagian yang paling perlu diperhatikan adalah lini serang mereka. AC Milan baru berhasil mencetak 12 gol hingga pertandingan ke-13 Serie A saat menghadapi Napoli akhir pekan kemarin.

Jumlah gol yang didapat mereka bahkan masih tertinggal dari Genoa yang kini duduk di peringkat ke-18. Hasil tersebut bisa dibilang menjadi hasil terburuk AC Milan dalam 25 tahun terakhir.

Jika bicara tentang lini depan Milan pasti tak bisa lepas dari seorang penyerang dari Polandia, Krzysztof Piatek. Pemain yang diharapkan bisa menjadi ‘New Lewandowski’ itu dinilai berbeda jika melihat permainannya saat di Genoa musim lalu.

Performa Piatek Menurun

Piatek sendiri berhasil mencuri perhatian publik setelah berhasil mencetak 19 gol dari 21 pertandingan di berbagai ajang selama setengah musim. Maka dari itu, AC Milan berani menebusnya dari Genoa dengan harga 35 juta euro.

Pada awalnya, cukup terlihat meyakinkan dengan torehan 19 gol dari 21 pertandingan. Akan tetapi, di musim ini, performa dia bisa dibilang anjlok. Akibatnya dia baru berhasil mencetak tiga gol dari 13 penampilan terakhirnya.

Bahkan, situasi tak jauh berubah meski AC Milan mendatangkan Rafael Leao yang dicomot dari Lille musim panas kemarin. Dia justru baru berhasil mencetak satu gol dari 10 penampilan terakhirnya.

Zlatan Ibrahimovic digadang-gadang menjadi solusi pasti bagi AC Milan, paling tidak, dia bisa memperbaiki catatan gol dan juga derajat Rossonerri di klasemen. Striker yang berasal dari Swedia tersebut berhasil mencetak 52 gol dari 56 penampilannya saat bersama LA Galaxy sejak 2018 yang lalu.