Buaksib.com – Sejak bulan Desember 2019 lalu, Mikel Arteta secara resmi ditunjuk sebagai manajer Arsenal. Ini adalah kali pertama pria asal Spanyol tersebut menjadi pelatih kepala dalam sejarah kepelatihannya. Sebelumnya, ia mengabdi sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City selama tiga tahun.

Penilaian Pep Guardiola Pada Awal Karir Mikel Arteta di Arsenal
Manajer Arsenal, Mikel Arteta

 

Mikel Arteta diangkat sebagai pelatih utama untuk menggantikan Unai Emery yang dianggap gagal membawa Arsenal menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebelum Arteta datang, The Gunners sempat terdampar cukup jauh dari 10 besar Premier League musim ini.

Arsenal juga sempat tidak pernah merasakan kemenangan sama sekali dalam kurun waktu beberapa pekan. Catatan inilah yang membuat manajemen klub untuk mendepak Unai Emery keluar dari Emirates Stadium pada bulan November lalu.

Sebenarnya, kehadiran Arteta pun belum menunjukkan dampak yang signifikan. Namun, dari segi permainan secara keseluruhan, The Gunners menunjukkan perkembangan yang positif.

Penilaian Guardiola pada Mikel Arteta

Saat berbicara tentang Mikel Arteta, tentu sosok Pep Guardiola tidak bisa dilupakan. Bagaimanapun juga, Arteta telah menimba banyak ilmu dari sosok berpengalaman yang pernah melatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut.

Sebagai mantan mentor, Guardiola pun mendapatkan pertanyaan seputar kiprah Arteta sebagai pelatih kepala Arsenal sejauh ini. Pria asal Spanyol tersebut lantas berkata bahwa Arteta telah melakukan tugasnya dengan baik.

“Saya tahu dia sangat senang berada di sana. Dia melakukan tugasnya dengan baik,” ujar Guardiola seperti yang dikutip dari Metro News.

“Timnya, saat saya lihat pada beberapa pertandingan, telah bermain dengan sangat baik dan saya merasa senang untuk dirinya,” lanjutnya.

Beberapa orang merasa bahwa Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta belum mencapai level 100 persen. Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher pernah mengatakan bahwa The Gunners baru akan menunjukkan perubahan yang signifikan saat Arteta bisa mendapatkan pemain anyar.

“Dia menaruh apa yang ia inginkan di sana. Mereka jadi lebih agresif, lebih mendorong, empat bek mereka lebih berani menekan, masa terbesar mereka adalah betapa dalamnya mereka di beberapa laga,” tutur Carragher kepada Sky Sports.

“Tapi itu hanya akan berubah dengan pemain yang lebih baik karena Anda masih melihat garis itu di Arsenal, itu masih belum cukup,” tandasnya.