Buaksib.com – Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar, mengomentari beberapa poin yang saat ini sedang ramai dibicarakan di sepak bola Indonesia. Hal itu adalah pemotongan gaji, eksodus pemain, hingga kompetisi tanpa degradasi.

Dampak Penghentian Liga 1 Bagi Persela Lamongan
Nil Maizar, pelatih Persela Lamongan.

 

Seperti yang kita ketahui, kompetisi Shopee Liga 1 2020 akan Kembali bergulir mulai 1 Oktober yang akan datang setelah sebelumnya ditunda karena pandemi virus Corona. Kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut juga dijadwalkan akan berakhir pada 28 Februari 2021.

Akan tetapi, Kembali diputarnya kompetisi musim ini tak membuat gaji para pemain, pelatih, dan ofisial tim Kembali membaik. Gaji mereka akan tetap dipotong meskipun jumlahnya tak sebesar periode Maret hingga saat ini.

Pada saat Liga 1 kembali dilanjutkan, gaji para pemain, pelatih, dan ofisial tim akan dipotong sebesar 50 persen dari nominal yang ada dikontrak. Kebijakan itu tertulis pada SK baru PSSI dengan nomor SKEP/53/VI/2020 dan akan berlaku satu bulan sebelum kompetisi dimulai.

Pemotongan gaji 50 persen pada saat kompetisi bergulir tak lepas dari perhatian pelatih Persela. Pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat terebut yakin jika timnya akan menerapkan kebijakan dari PSSI tersebut.

“Iya pemotongan gaji 50 persen, dan saya sudah bicara sama manajemen, mereka biasanya ikut regulasi. Kemarin 25 persen tetap dibayarkan sampai hari ini atau bulan ini,” tutur Nil di Lapangan Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2020).

Pelatih Persela Yakin Pemain Tak Akan Pergi

Kemudian, sang pelatih ditanya bagaimana jika pemain asingnya keberatan untuk Kembali bermain karena kompetisi akan digulirkan ditengah pandemi virus Corona. Resikonya, Persela bakal terancam ditinggalkan oleh pemain asingnya.

Sudah terjadi seperti Petteri Pennanen yang belum lama ini memutuskan untuk berpisah dengan Persikabo. Pemain kelahiran Finlandia tersebut mengatakan sulit untuk datang ke Indonesia Kembali karena penyebaran virus Corona di Indonesia masih cukup masif.

Apa yang saat ini dialami oleh Persikabo diklaim oleh Nil tak akan terjadi pada timnya. Ditambah lagi, pemain asing Persela saat ini sudah ada di Indonesia.

“Kan kemarin pemain asing kita masih ada disini, ada di apartemen, di Surabaya, dan itu kan gaji mereka dibayarkan sesuai regulasi, dan mereka tidak protes dengan situasi yang ada, jadi sampai hari ini semua kebutuhan mereka kan terbayarkan,” jelas pelatih yang saat ini berusia 50 tahun ini.