Buaksib.com – Pemain Persela Lamongan dipastikan akan tetap menjalani latihan mandiri mesikipun Shopee Liga 1 2020 ditunda hingga tahun depan.

Dampak Penghentian Liga 1 Bagi Persela Lamongan
Nil Maizar, pelatih Persela Lamongan.

 

Hal ini diucapkan oleh sang pelatih, Nil Maizar. Selain itu, dia juga memastikan jika anak asuhnya tetap profesional.

“Para pemain yang pasti melakukan latihan madiri dirumah masing-masing,” tutur Nil Maizar, Jumat (30/10/2020).

Nil juga mengatakan jika dirinya tetap memantau perkembangan para pemainnya dari jauh. Akan tetapi, dia merasa optimis jika Eky Taufik dan kawan-kawan tetap bisa profesional.

Akan tetapi, keputusan lebih lanjut terkait tim dirinya masih menunggu kabar dari manajemen Persela Lamongan. Hingga kini, dirinya masih belum mendapatkan keputusan apapun.

“Saya masih belum mendapatkan informasi dari manajemen akan seperti apa, biasanya cepat dilaporkan,” serunya.

Seperti yang kita ketahui, PSSI sudah memutuskan akan menunda gelaran Shopee Liga 1 2020 setelah menggelar rapat dengan Komite Eksekutif. Kompetisi direncanakan akan digulirkan kembali di awal tahun 2021.

Kapten Persela Lamongan Kecewa

Selain itu, sang kapten tim, Eky Taufik Febriyanto, mengungkapkan rasa kecewa pada keputusan yang diambil PSSI terkait Shopee Liga 1 2020. Padahal, dirinya sudah sangat berharap agar kompetisi bisa kembali bergulir pada November ini.

“Sangat kecewa ya tentunya, kabar yang kita semogakan bulan November jalan dan akhirnya Februari,” tutur Eky Taufik, Jumat (30/10/2020).

Eky juga tak mengelak ditundanya kompetisi Shopee Liga 1 2020 tersebut akan sangat berpengaruh kepada dirinya dan rekan satu tim.

“Pasti berdampak besar, mental dan motivasi jelas terganggu,” sambung pemain kelahiran Sragen, Jawa Tengah tersebut.

Akan tetapi, ditundanya kompetisi hingga waktu yang bisa dibilang cukup lama ternyata bukan pertama kalinya dialami olehnya. Sang kapten Persela tersebut sebelumnya pernah mengalaminya pada tahun 2015, anmun kondisinya jauh lebih baik saat itu.

“Kalau dulu sudah pasti dibekukan dan disetop. Kemudian ada turnamen,” beber pemain yang pernah memperkuat Persebaya junior tersebut.

“Kalau ini kan enggak jelas gitu. Kesannya bikin bingung pemain, pelatih dan manajemen juga,” pungkasnya.