Buaksib.com – Mantan pemain Manchester United, Paul Ince, menyebut bahwa saat ini Setan Merah sudah tidak lagi ditakuti lawan-lawannya. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah karena para pemain Setan Merah punya mental lembek.

Paul Ince berpendapat bahwa mental pemain Manchester United lembek
Pemain Manchester United ketika ditekuk Crystal Palace 1-2 di Old Trafford

 

Dahulu, Old Trafford merupakan tempat yang cukup angker bagi tim lawan. Hanya sedikit tim yang mampu bermain apik dan percaya diri di Theatre of Dreams semasa kepemimpinan Sir Alex Ferguson.

Kini, keangkeran tersebut hanya menyisakan cerita. Banyak tim-tim medioker yang bermain enjoy di Old Trafford dan bahkan mengalahkan Manchester United di depan pendukungnya sendiri. Sebagai mantan punggawa Setan Merah, Paul Ince nampaknya cukup geram dengan performa mantan klubnya tersebut di musim ini.

Manchester United baru mampu mengoleksi sembilan poin dari delapan laga yang telah mereka lakoni di Premier League. Dari segi permainan, Manchester United di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer pun dinilai jauh menurun. Para pemain seakan tak memiliki mentalitas untuk memenangkan pertandingan.

Ince: MU Tak Lagi Menakutkan

Menurut Ince, penyebab utama hilangnya keangkeran Old Trafford ada dalam diri pemain-pemain Manchester United yang sekarang. Paul Pogba dan kawan-kawan tidak memiliki mentalitas tangguh yang dahulu selalu menjadi identitas Setan Merah ketika menghadapi lawan-lawannya.

“Segalanya tentang mentalitas. Anda harus memiliki skuat yang tepat dengan karakter kuat. Dahulu, hal terbesar bagi kami adalah hawa kehadiran kami,” tutur Ince kepada Daily Mail.

“Di lorong stadion, kami sudah mengalahkan sebagian besar tim lawan bahkan sebelum memasuki lapangan. Kami memiliki hawa kehadiran yang luar biasa.”

“Nahasnya, jika Anda melihat MU sekarang, tim-tim lawan melihat mereka dan berpikir bisa mendapatkan sesuatu. Tidak hanya di kandang mereka, melainkan juga ketika mereka bermain di Old Trafford,” sambungnya.”

Paul Ince menambahkan bahwa ia tidak bermaksud menyalahkan siapapun. Sebab, sepak bola memang sudah berubah. Sekarang, pemain memandang sepak bola sebagai pekerjaan. Mereka hanya ingin tampil baik untuk dibayar mahal.

“Sepak bola sudah berubah. Sudah tidak ada pemain-pemain seperti [Roy] Keane, [Bryan] Robson, [Steven] Gerrard, [Patrick] Vieira, atau [Emmanuel] Petit lagi,” imbuh Ince.

“Anda tidak lagi mendapati pemain-pemain seperti itu. Mereka yang punya latar belakang sulit dan hidup mereka adalah sepak bola. Dahulu sepak bola adalah passion, tapi sekarang hanya pekerjaan bagi sejumlah pemain.”

“Mereka mendapatkan yang terbaik secara finansial, lapangan pun dalam kondisi baik, jadi mereka punya mental yang sedikit lembek,” tutupnya.