Buaksib.com – Salah satu raksasa Serie A, Juventus, mengalami sebuah masalah yang sulit dari sisi keuangan. Di musim 2020/2021, Si Nyonya Tua diprediksi mengalami kerugian hingga mencapai angka 3,2 triliun rupiah.

Allegri Marah ke Juventus Karena Lepas Cristiano Ronaldo
Massimiliano Allegri.

 

Bianconeri sering kali mengatakan jika mereka berada di dalam kondisi finansial yang cukup bagus. Salah satu hal pasti dari kesulitan finansial itu berimbas kepada keputusan klub untuk angkat kaki ke Manchester United.

Cristiano Ronaldo sendiri sudah menjadi beban keuangan bagi Juventus meskipun memiliki performa dan prestasi yang cukup bagus. Pasalnya, tim anak asuh Massimiliano Allegri tersebut harus mengeluarkan uang sebesar 31 juta euro per musim untuk membayar sang bintang.

Juventus Mengalami Kerugian

Sang penyerang menjadi pemain yang memiliki gaji tertinggi di ajang sepak bola paling bergengsi di Italia tersebut. Gajinya sangat kontras jika dibandingkan dengan pemain lain. Akan tetapi, dia bukan satu-satunya alasan Bianconeri mengalami masalah keuangan.

Salah satu penyebab besar kenapa Juventus mengalami kesulitan keuangan adalah karena pandemi virus Corona yang menyerang seluruh dunia. Banyak kegiatan komersil yang tak bisa dilakukan seperti biasanya, bahkan factor prestasi juga memiliki pengaruh.

Si Nyonya Tua hanya bisa melangkah di ajang Liga Champions. Mereka gagal mempertahankan gelar Serie A yang sudah diraih selama Sembilan tahun berturut-turut. Faktor tersebut sudah pasti sangat berpengaruh untuk pendapatan Juve, baik hak siar, match fee, hadiah, ataupun nilai jual brand klub.

Dilansir dari Football Italia, jumlah kerugian yang dialami oleh Juventus di periode 2020/2021 diprediksi mencapai angka 190,7  juta euro atau sekitar 3,2 triliun rupiah. Jumlah tersebut bertambah pesat jika dibanding dengan periode sebelumnya.

Bianconeri mengalami kerugian 50 persen lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Di periode lalu, mereka merugi hingga 89,7 juta euro. Factor pandemi menjadi salah satu penyebab utamanya.

Kerugian yang dialami oleh Juventus sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh pandemi yang terjadi di seluruh dunia. Pasalnya, mereka sudah mengalami kerugian selama empat tahun beruntun sejak periode 2015 lalu. Hanya saja, jumlah kerugian yang mereka alami terus mengalami peningkatan.