Buaksib.com – Sebuah pengakuan dibuat oleh Marcus Rashford terkait pandemi virus Corona. Penyerang Manchester United tersebut mengaku sudah mulai frustasi dengan penundaan liga karena pandemi virus yang pertama kali mewabah di Wuhan, China tersebut.

Pandemi Virus Corona Buat Marcus Rashford Frustasi
Marcus Rashford

 

Marcus Rashford memang sudah absen bermain sejak awal tahun 2020 karena cedera. Kabar terbaru, ia akan segera pulih sepenuhnya dan siap kembali merumput dalam beberapa pekan ke depan.

Namun, comeback bomber Timnas Inggris tersebut harus tertunda. Pasalnya, semua kompetisi di Eropa saat ini tengah dihentikan lantaran pandemi virus Corona yang belum mereda.

Rashford mengaku cukup kesal dengan situasi ini. “Saat ini saya mencoba untuk tetap berlatih di level dasar,” buka Rashford kepada BT Sports.

Rashford Sudah Ingin Bermain

Marcus Rashford menyebut bahwa ia benar-benar sudah rindu untuk beraksi di atas lapangan. Namun, ia tidak bisa melakukan itu karena semua kompetisi dihentikan untuk sementara.

“Saya bisa bilang bahwa saat ini mental saya jauh lebih menderita daripada aspek fisik saya.”

“Ini dikarenakan saya berada di fase di mana saya merasa bisa melakukan lebih dari ini. Tapi, saya memahami bahwa kita tidak tahu sampai kapan virus ini bakal bertahan,” lanjutnya.

Rashford menyebut bahwa ia dan pesepakbola lain sudah merasa cukup frustasi karena kompetisi tak kunjung digelar. Namun, ia mengakui tidak ada yang bisa dilakukan saat ini sehingga ia belajar untuk mengendalikan pikirannya.

“Kita tidak tahu kapan kita bisa bermain sepakbola lagi. Jadi sekarang saya cuma bisa bersabar dan juga melatih mental saya,” ujarnya.

Gelaran Premier League sedianya akan kembali digulirkan pada 1 Mei mendatang. Namun, situasi yang belum memungkinkan membuat kompetisi sepak bola tertinggi di Inggris tersebut kembali ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Bahkan, ada wacana yang menyebut gelaran Premier League untuk dilaksanakan di negara lain. Salah satu opsi yang diajukan adalah menggelarnya di China mengingat pandemi virus Corona di Negeri Tirai Bambu tersebut sudah mereda. Namun, wacana tersebut ditolak oleh otoritas kompetisi Premier League.